Lubana Sengkol, Paket Lengkap Wisata Pemancingan, Kuliner, dan Outbond

  • Whatsapp

Pernah membayangkan destinasi wisata di mana kita bisa memancing sekaligus menikmati kuliner lezat? Atau yang di dalamnya terdapat berbagai wahana menarik dan dikunjungi bersama keluarga?

Nah kebetulan, beberapa waktu lalu, sebelum bulan puasa, saya sempat mengajak keponakan saya ke destinasi yang memiliki paket komplet itu. Nama tempatnya adalah Lubana Sengkol, yang merupakan salah satu destinasi favorit warga Tangerang dan sekitarnya.

Salah satu sisi Lubana Sengkol. Foto: Dok. Pribadi @gulanyagulali

Perjalanan saya dari daerah Serpong menuju Kampung Sengkol melewati daerah Cisauk memang sedikit ekstrem. Buat kamu yang mengendarai motor, sebaiknya menggunakan gear lengkap, seperti masker dan juga helm tentunya. Selain debu jalanan yang cukup tebal, jalanan juga kerap dilewati oleh truk-truk besar, dari pagi hingga malam hari.

Lubana Sengkol Tangerang terletak di kawasan Serpong Lagoon. Kamu akan menemukan papan tulisan tersebut ketika mulai menuju Lubana Sengkol.

Area parkir Lubana Sengkol. Foto: Dok. Pribadi: @gulanyagulali

Saat memasuki gerbang, pengendara akan diminta langsung membayar biaya parkir, untuk motor sebesar Rp 5.000. Lahan parkirnya cukup luas dan beberapa tempat memang sepertinya masih dalam tahap pembangunan.

Konon katanya, daerah ini memang sedang berkembang. Jadi, kalau mau beli rumah di sini aja yaaa, karena masih sedikit lebih murah daripada daerah BSD dan Serpong. Aksesnya pun tidak terlalu jauh dari mal dan stasiun.

Tiket masuk bagi pengunjung. Foto: Dok. Pribadi @gulanyagulali

Selain biaya parkir, kita juga harus membeli karcis atau tiket sebesar Rp 10.000/orang. Nanti, untuk aneka permainan dan kegiatan, bisa langsung membeli tiket di dalam.

Kita juga dapat menukarkan satu tiket untuk satu gelas soft drink. Penukaran dekat dengan area kasir, pilihan soft drink-nya ada Green Tea, Lemon Tea, dan Blackberry. Lumayan, segelas es segar yang menemani saya berkeliling Lubana Sengkol hari itu.

Minuman yang bisa kita dapat dengan menukar tiket. Foto: Dok. Pribadi @gulanyagulali

Ide Lubana Sengkol berawal dari hobi sang pemilik. Pada tahun 2007, dibuat area pemancingan yang luasnya tidak lebih dari 500 meter persegi. Melihat peluang yang besar dan semakin banyak pengunjung, pada tahun 2008, Lubana Sengkol semakin dikembangkan dengan penambahan fasilitas, seperti restoran dan outbond.

Wisata Pemancingan

Terdapat sekitar lima kolam pemancingan, di antaranya kolam ikan patin, gurame, bawal, nila merah, dan emas. Setiap pengunjung dapat bebas memancing dan hasil pancingannya dapat langsung ditimbang untuk dibawa pulang, atau kalau setelah ditimbang mau langsung diolah juga bisa kok.

Salah satu kolam pemancingan di Lubana Sengkol. Foto: Dok. Pribadi @gulanyagulali

Bagi pengunjung yang ingin memancing tapi tidak membawa peralatan pancing, Lubana Sengkol juga menyediakan penyewaan pancingan beserta pakan dengan harga Rp 30.000 lengkap dengan jaring untuk hasil tangkapan.

Kolam pemancingan di Lubana Sengkol. Foto: Dok. Pribadi @gulanyagulali

Ada salah satu kolam yang menarik perhatian saya karena beberapa poster besar yang memenuhi dinding area pemancingan tersebut, namanya kolam Monster Fish. Beda dari kelima kolam tersebut, di sini para pemancing tidak diperbolehkan untuk membawa pulang hasil pancingan, cukup foto untuk nanti dapat diikutsertakan dalam award.

Di kolam ini, setiap ikan yang didapat pengunjung dari memancing tidak boleh dibawa pulang, melainkan hanya boleh berfoto dengan ikan tangkapan. Foto: Dok. Pribadi @gulanyagulali

Biaya memancing di area kolam Monster Fish sebesar Rp 150.000/tempat. Jika kamu ingin eksklusif memancing di tempat VIP biayanya sebesar Rp 400.000/tempat. Durasinya, baik yang biasa maupun VIP, bisa dipakai selama satu hari penuh.

gambar pribadi: @gulanyagulali

Wisata Outbond dan Area Wahana

Saat kami berkeliling area Lubana Sengkol yang memiliki luas kurang lebih sekitar 8 hektare, area outbond sedang dipenuhi oleh sekelompok anak sekolah. Alhasil, saya belum berkesempatan mencoba fasilitas tersebut.

Fasilitas outbond yang bisa dinikmati di Lubana Sengkol. Foto: Dok. Pribadi @gulanyagulali

Jika area outbond sedang tidak di-booking, kamu dapat menikmati sensasi bermain flying fox dengan membayar sebesar Rp 35.000/orang. Ada pula area archery (memanah) yang tempatnya agak sedikit mojok dari area flying fox. Jika hendak coba memanah, biaya yang harus dikeluarkan sebesar Rp.50.000/orang.

Area memanah yang bisa dicoba dengan membayar ongkos Rp 50.000 per orang. Foto: Dok. Pribadi @gulanyagulali

Kalau kamu mau datang rombongan ke sini, alangkah lebih baiknya booking tempat terlebih dahulu. Takutnya, ketika mau menikmati aneka wisata outbond di Lubana Sengkol, tempat sudah di-booking oleh orang lain.

Berbagai wahana di Lubana Sengkol. Foto: Dok. Pribadi @gulanyagulali
Kita bisa mengajak si kecil bermain di sini. Foto: Dok. Pribadi @gulanyagulali

Selain itu, di sini juga terdapat permainan paint ball (minimal 10 orang), perahu, istana balon, dan permainan anak-anak lainnya. Terapi ikan atau fish spa, mewarnai gerabah, serta mini zoo (ada hewan iguana, berang-berang, burung kalkun, dan lain-lain) juga tersedia. Selain berwisata, bisa juga jadi sarana edukasi anak-anak, toh.

Mini Zoo di Lubana Sengkol. Ada macam-macam satwa yang bisa kita lihat di sini. Foto: Dok. Pribadi @gulanyagulali

Musala dan Masjid

Bagi umat muslim yang ingin menjalankan ibadah salat, di sini juga tersedia musala dekat dengan area permainan perahu. Selain itu, jika ingin tempat ibadah yang lebih besar, ada akses jalan menuju masjid.

Tempatnya juga cukup bersih dan rapi. Di dalam tempat ibadah juga tersedia mukena untuk perempuan jika lupa membawa.

Enggak perlu khawatir sulit mencari tempat ibadah bagi pengunjung muslim. Di Lubana Sengkol juga tersedia masjid. @gulanyagulali

Restoran Saung Pemancingan

Selagi berkeliling, saya melihat beberapa saung di dekat kolam-kolam sudah di-booking oleh para pengunjung. Hampir tak ada satu pun saung pemancingan yang kosong. Sementara itu, area restoran lainnya beberapa masih ada yang kosong.

Beruntungnya, menjelang sore, saya mendapatkan tempat di saung pemancingan Kolam Mas. Tempatnya tidak terlalu besar, cukup untuk 2-4 orang makan di sana. Tidak hanya untuk tempat makan, tapi kamu juga bisa sambil memancing.

Terlihat sepi ya, padahal satu deret saung restoran ini sudah di-booking orang. Foto: Dok. Pribadi @gulanyagulali

Soal kapasitas, ada beberapa saung restoran yang bisa memuat banyak hingga 30 orang. Agar lebih aman, booking tempat terlebih dahulu, karena saat hari libur tempat mulai ramai. Di area saung terdapat buku menu, dua buah meja, serta setop kontak.

Menu yang ditawarkan cukup beragam, termasuk menu masakan khas Indonesia. Jika tidak suka olahan ikan dan ikan laut lainnya, ada juga menu unggas seperti ayam.

Jika restoran sedang ramai, pengunjung tidak bisa memilih ukuran serta berat ikan dan sebaliknya. Oleh karena kedatangan saya saat hari libur, jadi sesuai dengan stok yang ada di restoran. Mau dimasak dengan olahan saus asam manis, saus padang, atau hanya goreng kering juga bisa.

Jika restoran sedang ramai, pengunjung tidak bisa memilih ukuran serta berat ikan. Begitupun sebaliknya. Foto: Dok. Pribadi @gulanyagulali

Setelah mengisi menu, sebaiknya datangi pramusaji yang ada di sana, karena jika menunggu pramusaji yang menghampiri khawatir akan terlalu lama. Semoga, nantinya di setiap saung ada bel atau alat penanda apapun yang dapat membuat customer memanggil pelayan secara cepat dan praktis.

Menu yang saya pesan adalah ikan gurame goreng kering, sayur kangkung plecing, udang bakar saus khas lubana, es kelapa jeruk dan teh manis serta teh tawar. Sempat ada sedikit drama ketika menunggu pesanan, ikan gurame saya tidak kunjung datang.

Setelah dikonfirmasi kembali ternyata bagian dapur belum mengolah pesanan saya, bahkan ada satu pesanan saya yang tidak ada. Entah kesalahan di bagian mana. Saran saya, pastikan selalu meminta update datangnya pesanan.

Pastikan selalu meminta update datangnya pesanan ya jika makan di sini. Foto: Dok. Pribadi @gulanyagulali

Ikan gurame goreng kering, rasanya cukup enak dan fresh. Sayang, semua ikan (seperti ikan yang digoreng) tidak disajikan bersama dengan sambal, kamu harus memesan sambal secara terpisah. Oh, apalah artinya ikan gurame goreng kering tanpa sambal kecap? Pastikan kamu request secara langsung kepada pelayan.

Semua ikan sayangnya tidak disajikan bersama dengan sambal, kamu harus memesan sambal secara terpisah. Foto: Dok. Pribadi @gulanyagulali

Sayur plecing kangkung, porsi yang datang cukup untuk 2-3 orang. Udang bakar saus khas Lubana rasanya mirip udang bakar saus madu, terasa pedas dan manis, enak dan fresh. Untung saja udangnya tidak alot atau keras, sebab sesampainya udang di meja saya sudah dalam keadaan dingin. Sempat kecewa sih, karena sepertinya mereka sudah stok terlebih dahulu.

Udang bakar saus khas Lubana rasanya mirip udang bakar saus madu, terasa pedas dan manis, enak dan fresh. Foto: Dok. Pribadi @gulanyagulali
Harga kuliner Lubana Sengkol bisa dibilang standar, enggak terlalu murah, mahal pun tidak. Foto: Dok. Pribadi @gulanyagulali

Harga kuliner bisa dibilang standar, enggak terlalu murah, mahal pun tidak. Menjelang malam, saya masih bisa melihat sunset selagi menikmati es kelapa jeruk yang belum kunjung habis. Semakin malam, semakin sunyi.

Lubana Sengkol Tangerang bisa dijadikan salah satu destinasi tempat liburan keluarga di Tangerang yang affordable.

Menikmati senja sambil menyeruput es kelapa jeruk. Semakin malam, semakin sunyi. Foto: Dok. Pribadi @gulanyagulali

Lubana Sengkol Tangerang

Kp. Sengkol Jalan Lingkar Selatan Nomor KM 1,5, Muncul, Setu, Kota Tangerang Selatan, Banten 15314

Telp.(021) 22756687

Jam Operasional:

Senin-Jumat (10-00-18.00 WIB) dan Sabtu-Minggu (10.00-20.00 WIB).

Klik disini untuk masuk ke sumber berita

Pos terkait