Kuliner Legendaris Tengkleng Yu Tentrem Solo, Berkuah Segar dan Bebas Bau Prengus

  • Whatsapp


TRIBUNSOLO.COM, SOLOTengkleng merupakan sajian istimewa khas kota Solo yang menjadi hidangan wajib bagi para wisatawan yang berkunjung di kampung halaman Presiden Jokowi.

Sajian khas kota budaya tersebut merupakan masakan sejenis sup dengan bahan utama tulang kambing yang direbus dan dibumbui dengan rempah-rempah.

Salah satu warung tengkleng legendaris yang layak dicoba adalah tengkleng Yu Tentrem.

Warung tengkleng Yu Tentrem beralamat di Kampung Ngadisono, RT. 04/RW 14 Kadipiro, Banjarsari, Kadipiro, Banjarsari.

Untuk menuju ke tempat itu, pembeli harus masuk gang dua kali dan mengikuti papan petunjuk yang tertera di setiap tikungan.

Meski berada di pinggiran dan bukan di pusat pusat kuliner Kota Solo, warung tengkleng Yu Tentrem tetap ramai pembeli.

“Dari hari Senin sampai Kamis, banyak karyawan perkantoran. Kalau jumat, Sabtu, Minggu banyak yang pesan lewat aplikasi,” kata Winarno, anak ketiga Yu Tentrem, belum lama ini. 

Cabuk Rambak, Kuliner Asli Solo yang Kini Sudah Mulai Langka

Mempunyai ciri khas berkuah bening, tetelan daging yang empuk dan tidak berbau prengus, tak heran jika banyak yang gemar menyantap tengkleng Yu Tentrem.

Saat memasuki ruangan yang hanya berukuran 6×9 meter tersebut, aroma prengus kambing pun tidak tercium layaknya warung-warung tengkleng pada umumnya.

Para pembeli dapat merasakan nyamannya menyantap tengkleng seperti di rumah sendiri.

“Pengolahannya cukup lama dan sangat dijaga kebersihannya. Pembeli bisa menyantap kambing tanpa mencium bau prengus. Kita memang spesialnya di situ,” ucap Winarno.

Proses pengolahan tengklengnya pun cukup lama, diawali dengan membersihkan bulu-bulu kambing agar tidak berbau prengus.

Menurut Winarno, tidak ada bumbu rahasia untuk tengkleng Yu Tentrem, bumbunya hampir sama seperti bumbu tengkleng yang lain.

Bedanya adalah di cara pengolahannya yang memakan waktu lama yaitu pembakaran, perendaman, dan pembersihan daging kambing hingga tidak berbau prengus.

Lamanya proses memasak membuat daging-daging yang menempel di tulang pun terasa empuk dan tidak menguras tenaga ekstra saat memakannya.

Kuah warna bening yang menjadi ciri khas tengkleng Yu Tentrem tidak mengandung santan.

“Untuk kuahnya kita tidak memakai santan, kita saring berkali kali hingga terlihat bening, ” ucap Winarno.

Satu porsi tengkleng Yu Tentrem pun cukup ramah di kantong, yaitu Rp35.000 satu porsinya, termasuk nasi, minuman dan kerupuk.

Untuk harga pesanan pun terbilang cukup murah, kuali besar Rp1.200.000, kuali sedang Rp1.000.000, dan kuali kecil seharga Rp900.000.

Winarno bisa menghabiskan sekitar 10 ekor kambing setiap harinya, meski menu yang ditawarkan hanyalah tengkleng dan tidak ada menu lainnya.

Kuali yang akan dikirim dikemas sedemikian rupa menggunakan keranjang bambu dan ditutup menggunakan daun pisang agar kualitasnya tetap terjaga.

Kualinya pun tidak langsung dipakai, namun dibakar terlebih dahulu dan dibersihkan agar tidak berbau tanah liat.

Tengkleng Yu Tentrem tak mengenal libur, namun baiknya datang lebih pagi agar tidak kehabisan.

Lantaran jika sudah habis, pembeli harus menunggu keesokan harinya jika ingin menyantap hidangan. (Tribun-Video/Toro)





Source link

Pos terkait