Kolaborasi Alumni Lomba Perancang Mode Menswear

  • Whatsapp



Lomba Perancang Mode Menswear adalah bagian dari kompetisi di Jakarta Fashion Week yang terus mengembangkan para alumninya, sejak digelar pada tahun 2017.

Salah satu bentuk pengembangan itu adalah membuka jalan bagi para alumninya, melalui berbagai kolaborasi.

Contohnya adalah kolaborasi LPM Menswear bersama The Folio dengan Dan Liris di acara Fashion Nation Senayan City.

Empat Pemenang dan Finalis LPM Menswear tahun 2017 dan 2018 hasil kurasi menggelar show mereka di Fashion Nation, fashion event terbesar tahunan dari Senayan City, mal premium yang sudah tujuh tahun menjadi rumah pergelaran Jakarta Fashion Week.

Kolaborasi dalam show berjudul “The Gentlemen’s” ini punya cerita menarik. Para alumni, yaitu Galuh Nurita (Pemenang I LPM Menswear 2017), Temma Prasetio (Pemenang II LPM Menswear 2018), serta Christina Pangaribuan dan M. Rizky Julpra (Finalis LPM Menswear 2019) mengintepretasikan gaya musim semi 2019 untuk busana pria.

Atas undangan Dan Liris, mereka diundang ke pabrik Dan Liris di Solo, untuk memilih material koleksi kapsul mereka. Mereka bahkan bisa mewujudkan motif atau printing eksklusif mereka, karena koleksi mereka di Fashion Nation diproduksi oleh Dan Liris. 

Pengalaman bekerja sama dengan pabrik tekstil dan garmen besar adalah ilmu yang bisa meluaskan wawasan mereka tentang industri fashion Tanah Air.

Hasilnya, Christina Pangaribuan menghadirkan tema “Papua Su Sayang,” koleksi menswear yang mengeksplorasi keindahan budaya Indonesia Timur dalam palet warna bumi dan motif pahatan khas Papua. Koleksi casual preppy ini bermain dengan lipatan asimetris di bawahan dan corak garis untuk tampilan modern.

Untuk Fashion Nation, Temma Prasetio menampilkan koleksi bertajuk “Terasering.” Ia terinspirasi sawah terasering, yang diinterpretasikan menjadi konsep layering yang didominasi oleh warna biru, cokelat dan hijau. Koleksi bergaya sporty ini bermain aksen tiga dimensi.

Lain lagi dengan M. Rizky Julpra dan koleksinya, “Van Gogh Impressionism,” yang terinspirasi palet warna pelukis pasca-impresionis Belanda ini. Namun ia menggabungkannya dengan budaya Jepang; terlihat melalui motif dan siluet olahan kimono.

Setelah itu, koleksi “They All Shall Conduce” dari Galuh Nurita tampil dalam palet hitam, putih dan abu. Koleksi inimenghadirkan army vibe dengan perpaduan kain dan detail multi-pocket. Outer berbentuk kimono dipadankan hoodie dan short yang membuat tampilan koleksi modern dan stylish.

“The Gentlemen’s” diakhiri dengan koleksi Bateeq dari Dan Liris, yang bertajuk “Arung.” Koleksi yang diluncurkan di London Fashion Scout Februari 2019 itu adalah gambaran tren fashion menswear tahun ini. Kain batik yang digunakan merupakan kain yang dihasilkan oleh perajin dari Klaten. 

Capsule collection ini juga bisa dimiliki pencinta fashion di butik Jakarta Fashion Week, Fashionlink x Blckvnue, di lantai 2 Senayan City, Jakarta.

Foto: Jakarta Fashion Week

Artikel asli dimuat di jakartafashionweek.co.id

 



Klik disini untuk masuk ke sumber berita

Pos terkait