Ketagihan Lezatnya Iga Panggang Panglima

  • Whatsapp
Asnida Riani
Kuliner Malam Jumat: Ketagihan Lezatnya Iga Panggang Panglima

Respons positif yang didapat membuat Budi dibantu istinya berani membuka kedai iga panggang di halaman rumah mereka di kawasan Panglima Polim, Jakarta Selatan. “Awalnya saya yang potong, yang bakar. Istri urus kentang sama jagung,” ceritanya.

Ia menambahkan, pelanggan banyak yang kembali lagi karena harga murah dan potongan iga besar. Promosi di waktu-waktu awal pun bukan hal mudah. Kala itu, Budi memilih memberi sajian iga gratis pada sejumlah teman.

Muat Lebih

Loading...

“Besok dia bawa temannya yang lain, saya bisa kasih minum gratis. Words of mouth itu memang ampuh banget sampai terus lama-lama ramai,” ujarnya.

Dua tahun bertahan di halaman rumah, kuantitas pelanggan yang makin menjanjikan membuat Budi memindahkan usahanya ke kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dan terus hingga sekarang.

Dari awalnya hanya satu, ia kini dibantu empat karyawan dalam memenuhi pesanan setiap harinya. Tak dipungkiri Budi bahwa setahun pertama berjualan adalah waktu paling berat yang, syukurnya, sudah bisa terlewati.

Ia mengatakan, seporsi iga panggang awalnya dijual Rp25 ribu saja. Kenaikan yang terjadi bertahun setelahnya, Budi menjelaskan, mengikuti harga iga sebagai bahan baku utama. Juga, ia tak pernah absen memerhatikan kualitas iga.

“Jaga kualitas, apalagi kayak saya yang sudah 15 tahun berjualan, jadi sangat penting. Supplier selama ini bisa jaga kuota dan kualitas yang saya mau. Jadi, yang disajikan di sini semuanya iga pilihan,” tuturnya.

Ketimbang blackpaper dan hot lemon, original disebut Budi sebagai saus favorit untuk disajikan bersama iga panggang berpotongan cukup besar. Juga, proses penggodokan iga selama tiga jam tak pernah luput dilakukan agar teksturnya empuk dan bumbu lebih mudah meresap.

Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Loading...

Pos terkait