Keseimbangan Menu Enak dan Bergizi Tinggi

  • Whatsapp
Keseimbangan Menu: Enak dan Bergizi Tinggi
Keseimbangan Menu: Enak Dan Bergizi Tinggi

Ada beberapa gizi yang didapatkan dari konsumsi daging sapi. Yakni mengandung kalori, protein, zat besi, selenium, seng dan zinc, vitamin B kompleks, dan omega 3.

Salah satu warisan nusantara adalah kekayaan kulinernya. Meski tidak semua asli lokal, tapi resep-resep kuliner yang dibawa budaya negara lain, sudah dimodifikasi agar cocok dengan lidah orang Indonesia.

Muat Lebih

Salah satu sajian yang kaya rasa adalah menu dengan lauk da­ging. Daging disukai karena selain rasanya enak dan lezat, dagung juga sangat bermanfaat bagi tubuh karena memiliki banyak kandungan gizi. Mengonsumsi daging dengan takaran yang tepat, akan menyehat­kan tubuh.

Karena iti, tidak berlebihan jika olahan daging sapi atau kambing sa­lah satu favorit kuliner di Indonesia. Olahan daging yang dipadu dengan resep dan rempah khas nusantara, akan menjadi masakan yang sangat enak untuk disantap. Saat sendiri, bersama teman, atau rame-rame dengan keluarga besar.

Memasak daging yang enak ada yang bilang mudah, ada yang bilang gampang-gampang susah. Pertim­bangan utama, masakan tersebut harus tahan lama, tentu saja dengan mempertimbangkan kepraktisan, efektivitas waktu, rasa, dan bujet.

Apapun, memasak daging jika dipelajari cara membuatnya, maka akan menyenangkan. Selain enak, daging sapi tak hanya lezat diolah menjadi berbagai macam sajian kuliner saja, namun jenis daging merah satu ini juga memiliki banyak sekali manfaat bagi kesehatan.

Manfaat daging sapi ini bisa kita dapatkan dari kandungan gizi di da­lamnya. Ada beberapa gizi yang di­dapatkan dari konsumsi daging sapi. Yakni mengandung kalori, protein, zat besi, selenium, seng dan zinc, vitamin B kompleks, dan omega 3.

Selain itu, ada banyak sekali khasiat daging sapi yang bisa kita dapatkan, mulai dari mencegah penyakit sampai mengobatinya. Zat besi termasuk kedalam nutrisi yang sangat diperlukan oleh tubuh kita.

Tanpa zat besi, tubuh tidak akan mampu memproduksi sel-sel darah secara optimal. Sehingga akan menyebabkan anemia (kekurangan sel darah merah). Maka dari itu, cegahlah anemia dengan mengonsumsi daging sapi secara rutin.

Selain dapat mencegah dan mengatasi anemia, konsumsi zat besi yang cukup juga bermanfaat untuk mencegah bayi dalam kan­dungan lahir cacat, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, meningkat­kan semangat belajar, mengoptimal­kan proses metabolisme, dan meng­atasi lemas, lesu, dan nyeri saat haid

Protein. Seperti kita ketahui ber­sama, daging sapi cukup terkenal dengan kandungan protein i dalam­nya. Kandungan protein di dalam daging sapi termasuk kedalam jenis protein hewani.

Ada banyak sekali manfaat da­ging sapi berkat adanya protein ini, mulai dari meningkatkan kecer­dasan anak sampai dengan mem­bentuk masa otot.

Selenium. Zat ini termasuk ke dalam antioksidan yang cukup baik untuk meningkatkan sistem imuni­tas atau kekebalan tubuh kita terha­dap serangan penyakit. Sebenarnya kandungan selenium yang tinggi tidak hanya terdapat pada daging sapi saja, tetapi juga terdapat daging kambing dan telur.

Seng dan zinc. Menurut pene­litian yang dilakuka oleh WHO, daging sapi mengandung senyawa seng dan zinc yang cukup tinggi. Kedua kandungan gizi daging sapi inilah yang menjadikannya sangat bermanfaat untuk menjaga sistem reproduksi pria dan wanita.

Untuk pria, kandungan seng dan zinc dapat membuat kualitas sper­ma menjadi meningkat. Sedangkan untuk wanita sangat berperan dalam menjaga sel telur dan menormalkan siklus mentruasi.

Vitamin B Kompleks. Manfaat daging sapi selanjutnya berasal dari kandungan nutrisi vitamin B kompleks. Menurut para ahli gizi, kandungan vitamin B kompleks sangatlah baik untuk mengoptimalkan perkembangan sistem saraf pusat (otak) agar dapat bekerja secara maksimal.

Omega 3. Kandungan gizi daging sapi yang terakhir adalah asam lemak omega 3. Manfaat omega 3 ada banyak sekali, mulai dari menjaga ki­nerja jantung, hati, dan bagian otak.

Dalam 150 gram daging sapi mengandung sekitar 30 gram asam lemak omega 3. Oleh sebab itu, jika ingin tubuh dan otak tetap bekerja secara optimal, konsumsilah daging sapi secara rutin setiap harinya. yun/E-6

Kaya Rasa Olahan Daging

Abon

Abon adalah daging sapi ber­bumbu yang dikeringkan. Olahan satu ini berbentuk serat-serat kasar yang rasanya gurih dan manis. Selain menjadi teman makan nasi, abon juga enak dikudap tanpa campuran apapun. Jadi, kamu bisa makan abon kapan saja dan me­nyimpan sisanya untuk waktu yang cukup lama.

Dendeng

Memiliki rasa yang sedap dan tekstur yang tipis, dendeng masuk dalam daftar makanan yang tahan lama. Supaya bisa awet, dendeng diberi bumbu khusus dan dijemur hingga kadar airnya berkurang. Sete­lah kering, daging baru digoreng.

Empal

Dibuat dengan santan, asam jawa, daun asam, dan racikan bumbu serta rempah, empal menawarkan rasa yang mampu menggoyang lidah. Dalam pembuatannya, daging sapi diiris tipis dan dipukul-pukul hingga gepeng. Jika sudah gepeng, daging kemudian dicampur bersama bumbu hingga meresap. Setelah meresap, barulah digoreng.

Rendang

Siapa yang nggak kenal lauk khas Padang ini? Masyarakat Indonesia dan wisatawan asing pun mengidol­akan olahan daging tersebut. Selain menggugah selera lewat bumbun­nya yang kecokelatan dan rasanya yang sedap, rendang memiliki daya tahan yang lama.

Konon, rendang daging sapi yang asli bisa bertahan dalam jangka waktu yang cukup lama, sehingga menjadi bekal para perantau dari Padang.

Lapis Daging

Yang nggak kalah enak dari rendang adalah lapis daging. Meng­gunakan ketumbar, kemiri, laos, dan bumbu lain, rasa lapis daging begitu “nampol”. Nggak heran kalau makanan ini kerap menjadi hidang­an pada hari raya Islam. Selain enak, tekstur lapis daging pun lembut sehingga mudah dicerna. yun/E-6

Empal Suwir Daging Sapi

Bahan:

– 500 gram daging sapi, potong searah serat daging dengan ukuran besar sekitar 3 x 3 cm

– 90 ml santan kental instant (saya pakai santaninstan)

– 800 ml air kelapa untuk merebus da­ging

Bumbu dihaluskan:

– 4 siung bawang me­rah

– 3 siung bawang putih

– 4 butir kemiri sangrai

– 1 sendok makan ketumbar, sang­rai

– 1/4 sendok teh jintan, sangrai bersama ketumbar

– 1/2 sendok teh merica butiran

– 2 cm jahe

– 2 cm kunyit

– 4 cm lengkuas

– 1 batang serai, ambil bagian putihnya saja

Bumbu rempah lainnya:

– 3 lembar daun salam, sobek kasar

– 2 lembar daun jeruk, sobek kasar

– 60 gram gula jawa, sisir halus

– 1 ½ sendok teh garam

– 2 sendok makan air asam jawa

Pelengkap:

– bawang merah goreng untuk taburan

Cara membuat:

– Siapkan wajan, masukkan daging, semua bumbu halus, dan bumbu rempah lainnya. Aduk dan remas-remas daging dengan bumbu hingga rata.

– Masukkan 500 ml air kelapa dan rebus dengan api sedang hingga kuah menyusut, tambahkan sisa air ke­lapa danrebus hingga daging benar-benar empuk.

– Jika daging belum empuk, tambahkan sedikit air kembali dan masak hingga daging menjadi empuk dan kuah habis. Matikan api kompor, dengan menggunakan dua buah garpu cabik-cabik daging hingga men­jadi suwiran kecil.

– Tambahkan santan kental, masak kembali dengan api kecil sambil diaduk-aduk hingga santan ha­bis, dan daging menjadikering. Cicipi rasanya, sesuaikan garam dan gula. Empal suwir ini terasa manis dan gurih. yun/E-6

Abon Sapi

Bahan :

– Daging sapi tanpa lemak, 500 gram

– Serai, 2 batang

– Daun salam, 4 lembar

– Lengkuas, 2 ruas

– Daun jeruk, sobek, 5 lembar

– Garam, 1 sdt

– Gula merah, 3 sdt

– Santan, 500 ml

– Minyak goreng, secukupnya

Bumbu Halus:

– Bawang putih, 5 siung

– Bawang merah, 5 butir

– Jahe, 3 cm

– Ketumbar, sangrai, 1 sdt

Langkah :

– Rebus daging sapi bersama serai, daun salam, dan lengkuas hingga empuk. Tiriskan daging lalu bi­arkan dingin. Suwir-suwir daging dan sisihkan.

– Panaskan sedikit minyak. Tumis bumbu halus bersama daun jeruk hingga harum.

– Tuangkan santan dan suwiran daging. Aduk rata. Masukkan garam dan gula merah. Aduk rata lalu masak hingga kuah habis dan daging mengering jadi abon.

– Aduk-aduk terus selama pema­sakan agar tidak gosong. Matikan api. Panaskan banyak minyak. Goreng abon hingga betul-betul kering.

– Angkat dan tiriskan.

Siap disajikan atau disimpan dalam wadah kedap udara.

Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Pos terkait