Festival Sandalwood yang keren, ada banyak destinasi Instagramable

  • Whatsapp
Festival Sandalwood yang keren, ada banyak destinasi Instagramable
Festival Sandalwood Yang Keren, Ada Banyak Destinasi Instagramable

WAINGAPU – Para pemburu spot Instagramable bakal terpuaskan dengan event keren Festival Sandalwood 2019 yang sudah di depan mata. Festival ini berlangsung di Sumba Timur, 10-15 Juli 2019. Banyak destinasi keren di dalamnya. Kalau tidak percaya, segera atur perjalanan kalian.

Menurut Staf Khusus Menpar bidang Media dan Komunikasi Don Kardono, jangan pernah ragu melangkahkan kaki ke Festival Sandalwood 2019. Karena, kalian akan mendapatkan lebih dari yang kalian harapkan buat eksis dimedia sosial.

Muat Lebih

Untuk atraksi, ada dua kegiatan keren. Kegiatan yang akan menggoda kalian untuk selau memencet shutter kamera. Ada Parade Kuda Sandel Jumat (12/7), dan Pameran Tenun Ikat Sumba Timur sekaligus Parade Seni Budaya, 12-15 Juli 2019.

“Festival Sandalwood 2019 sudah di depan mata. Jangan sampai terlewatkan karena kontennya unik dan menarik. Festival juga menawarkan sisi eksotis lain melalui destinasi wisatanya. Pilihannya banyak dan sangat instagramable. Kami tunggu di Sumba,” ungkap Staf Khusus Menpar Bidang Media dan Komunikasi Don Kardono, Senin (8/7).

Selain atraksi yang keren, Festival Sandalwood juga mengangkat destinasi Sumba Timur. Tidak kurang dari 13 destinasi yang direkomendasikan untuk Festival Sandalwood 2019. Ada Danau Weekuri, Bukit Wairinding, dan Bukit Hiliwuku.

Ada juga deretan air terjun, diantaranya Lapopu, Tenggedu, dan Waimarang. Sumba Timur juga punya pantai keren, ada Walakiri, Nihiwatu, Mandorak, Puru Kambera, dan Watuparunu. Area Persawahan Mauliru, Kampung Umabara, dan Praiyawang juga tidak kalah keren.

“Jadi Festival Sandalwood bukan hanya event. Wisatawan akan mendapatkan nilai plus dari destinasi. Pilihannya sangat banyak. Semuanya indah-indah. Antar destinasi juga terkoneksi bagus. Sebab, fasilitas pendukung di sini luar biasa. Silahkan datang ke Sumba dan eksplorasi keajaibannya,” jelas Bupati Sumba Timur Gidion Mbiliyora.

Salah satu yang paling direkomendasikan adalah Danau Weekuri. Destinasi ini ada di Kalena Rongo, Kodi Utara, Sumba Barat Daya. Danau Weekuri berbentuk laguna. Danau ini terbentuk dari percikan air laut yang menembus batu karang. Gradasi airnya cantik, komposisi warnanya biru, hijau, dan putih. Unikanya, suhu airnya juga berbeda dari dingin hingga hangat.

Keunikan lain Danau Weekuri adalah kadar garamnya yang sangat tinggi. Para wisatawan pun bisa mengapung lama meski tanpa bantuan pelampung. Danau semakin artistik karena dibatasi dinding batuan. Pada beberapa sisi terdapat stalaktit dan stalagmit.

Buat wisatawan yang suka keindahan alam, Bukit Hiliwuku dan Wairinding bisa jadi pilihan. Hiliwuku dan Wairinding ditutup hamparan savana. Warnanya akan menjadi coklat eksotis kala memasuki bulan kering. Detailnya makin indah kala beradu dengan kontur dan lekuk punggung bukitnya.

Ketua Tim Pelaksana CoE Esthy Reko Astuty menerangkan, destinasi di Sumba harus dieksplorasi menyeluruh.

“Sumba itu indah. Destinsasinya unik dan khas. Karakternya tetap berbeda, meski destinasinya bertipe sama. Untuk itu, seluruh destinasi harus dieksplorasi. Tetap selipkan waktu untuk menikmatinya karena semuanya luar biasa. Deretan pantainya juga mendunia,” terang Esthy.

Salah satu destinasi di Sumba Timur yang populer adalah Pantai Nihiwatu. Publik mancanegara memujanya. Termasuk CNN yang menempatkannya di urutan 17 dari 100 pantai terindah dunia.

Nihiwatu dinilai lebih indah dari Pantai Hanalei Bay di Hawaii. Selain eksotis, infrastruktur pendukungnya juga juara. Hotel Nihiwatu ini berstatus nomor 1 World’s Best Travel Award versi Majalah Travel+Leisure pada 2016 dan 2017.

Garis pantai Sumba semakin eksotis dengan Walakiri, yang terkenal dengan sunsetnya yang artistik. Keunikan lainnya adalah tekstur pasirnya. Ada pasir dengan butiran berwarna putih gading. Di sisi lainnya, ada pasir dengan tekstur sehalus bedak lalu mengeras. Popularitasnya semakin naik ketika Produser Film Mira Lesmana mengunggahnya melalui akun Instagram-nya.

“Semua yang terbaik ada di Sumba. Pokoknya keindahan Festival Sandalwood 2019 dan destinasinya jangan sampai terlewatkan. Kalau menggunakan Sumba sebagai konten di media sosial, pasti banjir like dan comment positif,” papar Asisten Depduti Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenar Muh. Ricky Fauziyani.

Warna-warni alam Sumba dikuatkan dengan manmadenya. Ada Kampung Adat Praiyawang yang jadi Desa Kerajaan Tertua di Tanah Marapu. Lokasinya berada di Rindi, Sumba Timur. Selain penduduknya yang ramah, tradisi masih terjaga di sini. Rumahnya sangat tradisional dengan beragam warisan budaya. Wisatawan bisa menikmati aktivitas etnografi, arkeologi, hingga kuliner saat berada di sini.

“Mai La Humba atau Ayo ke Sumba. Itu bukan sekedar tagline, tapi penegas fakta eksotisnya Sumba. Ada banyak experience dan aktivitas yang bisa dinikmati wisatawan di sana. Dengan berkembangnya konsep festival tahun ini, Sumba menjadi destinasi rekomendasi,” tutup Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya yang juga Menpar Terbaik ASEAN.(*)

Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Pos terkait