Eksplorasi Surga Kuliner dan Hotel Ramah Muslim di Taipei

  • Whatsapp
Eksplorasi Surga Kuliner dan Hotel Ramah Muslim di Taipei
Eksplorasi Surga Kuliner Dan Hotel Ramah Muslim Di Taipei

TIMESINDONESIA, TAIPEI – Dinas Pariwisata Taiwan (Taiwan Tourism Bureau) makin gencar mempromosikan destinasi wisata ramah muslim kepada umat Islam seluruh dunia. Mulai Taipei City hingga kawasan Taiwan Timur beberapa spot telah mengantongi sertifikasi halal dari The Chinese Muslim Association. 

Sertifikat restoran halal antara lain terdiri dari Muslim Restaurant (MR), Muslim-Friendly Restaurant (MFR), Muslim Friendly Tourism (MFT), Muslim Snack Shop (MSS), Halal Kitchen (HK), dan lain sebagainya.

Muat Lebih

Sertifikasi ini dikeluarkan melalui pelatihan khusus bagi pemilik restoran maupun hotel. Karena kedua tempat tersebut merupakan elemen penting saat menghabiskan liburan.

Beberapa hotel moslem friendly seperti The Sherwood Hotel Taipei di Kawasan Min Sheng E Road bahkan menyediakan Alquran dan pasmina di kamar. Sedangkan untuk menikmati breakfast atau dinner, sajian menu non-pork seperti Seared Hokkaido Scallop and Porcini with Cuttlefish Ink Crispy, Homamade Tagliatelle with Boston Lobster, atau Dry-aged U.S Prime Rib Eye Steak 16oz bisa menemani santap halal.

Achim v. Hake, General Manager The Sherwood Taipei menuturkan jika pihaknya agresif menyambut pelancong muslim karena telah mengantongi sertifikat dari asosiasi muslim sebagai hotel yang ramah muslim (moslem friendly).

“Kami mulai agresif dalam bisnis dan mencapai kenaikan sepuluh persen sejak sertifikat itu turun. Pengunjung muslim kami dari Malaysia dan Indonesia,” terangnya, Selasa (23/7/2019).

The-Sherwood-Hotel-Taipei-b.jpg

Meskipun bukan berarti 100 persen untuk muslim saja, namun The Sherwood memberi kebebasan kepada customer ruang privat untuk pengunjung. Seperti ruang ibadah dan lain sebagainya.

“Kami telah siapkan sejak kedatangan traveller muslim di tempat ini,” sambungnya.

Rata-rata pengguna fasilitas hotel ini adalah pelancong dari Malaysia. Sedangkan pengunjung Indonesia lebih banyak untuk bisnis. Guna menjamin kenyamanan, hotel tersebut juga mempunyai dapur yang khusus untuk menu halal.

“Mulai dari peralatan kami berlabel halal on the plate. Hotel ini merupakan nice market one stop stopping dan kami sangat positif serta fleksibel,” terang Achim saat menemui TIMES Indonesia bersama tim Taiwan Tourism Bureau di ruang kerjanya.

Setiap bulan, The Sherwood mendapat kunjungan sekitar 9000 travellers. Mereka tinggal rata-rata dua hari, dengan komposisi 60 persen business traveller dan 40 persen pelancong.

The-Sherwood-Hotel-Taipei-c.jpg

Tak jauh dari The Sherwood, rumah makan halal juga berjejer di sepanjang Pei Ning Road. Salah satunya adalah Yunus Halal Restaurant yang dikelola sebagai bisnis keluarga oleh seorang pria asli daerah tersebut bernama Haji Yunus.

Buku menu menawarkan beraneka ragam masakan khas yang didominasi oleh olahan Thai Food. Namun juga ada masakan dari Indonesia seperti telur dadar.

Yunus mengelola restoran ini dengan syariat Islam karena ia sendiri merupakan muslim. Putrinya bahkan sedang menempuh pendidikan di Madinah.

Setiap tamu datang, pria yang berpakaian rapi dan melengkapi kemeja putihnya dengan dasi tersebut selalu mengucapkan salam. Sepanjang waktu tempat ini tak pernah sepi pembeli.

Pelanggan Yunus Halal Restaurant kebanyakan adalah pelancong dari Malaysia, Indonesia, dan beberapa Negara dengan mayoritas penduduk muslim serta Taiwan sendiri.

The-Sherwood-Hotel-Taipei-d.jpgAchim v. Hake, General Manager The Sherwood Taipei

Yunus mengambil resep Thai Food mengikuti selera pasar orang Taiwan yang mengidamkan sebuah makanan dengan kelezatan yang pas di lidah.

“Menu Thailand dipilih karena orang Taiwan lebih menyukai Thai Food dengan paduan rasa asam pedas dan asin yang pas,” terang Haji Yunus, pemilik restoran.

Taipei City sebagai pusat keramaian kota memanjakan muslim dalam berselancar baik bisnis maupun wisata untuk mendapatkan prioritas selama pelayanan.

Seperti kata Haji Yunus, karena memang muslim adalah sesuatu yang istimewa di Taiwan dan mereka terus mengupayakan mendapat pembaharuan pelatihan dari pemerintah agar lebih banyak umat Islam dunia yang berkunjung ke The Heart of Asia ini.(*)

Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Pos terkait