Dugaan Hina Nabi Muhammad, Ustadz Solmed Hargai Itikad Andre Taulany Datangi MUI

  • Whatsapp
Ustadz Solmed, mendukung sikap Andre Taulany (Altov Johar / tabloidbintang.com)


TABLOIDBINTANG.COM – Ustadz Soleh Mahmud atau yang dikenal dengan Solmed, mendukung sikap Andre Taulany mendatangi Majelis Ulama Indonesia (MUI), terkait ucapannya yang diduga menghina  Nabi Muhammad SAW saat memandu program Ini Talkshow.

Muat Lebih

Loading...

Ustadz Solmed menghargai itikad baik Andre Taulany yang mau meminta maaf atas kekhilafannya. Menurut suami Apriel Jasmine itu, seyogyanya kita memaafkan Andre, apalagi sesama Umat Muslim.

“Saya men-support mendukung apa yang dilakukan Mas Andre dan tentunya juga oleh MUI bagaimana kalau salah tentu harus meminta maaf dan sebagai muslim ya kita memaafkan karena mas Andre kan juga Muslim,” ungkap Ustadz Solmed di Kediamannya, Kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Minggu (5/4).

Kendati sudah meminta maaf, nyatanya tetap ada pihak yang melaporkan Andre ke polisi atas gugaan penistaan agama. Bahkan bukti laporan tersebut sempat tersebar di akun-akun gosip. Mengenai hal itu, Ustadz Solmed enggan menanggapi.

“Saya tidak mau masuk ke ranah yang melaporkan. Saya hanya melihat kemarin Mas Andre ke MUI, dan MUI juga menyambut baik dan memberikan wejangan. Kita support MUI dan Mas Andre,” ujar Solmed.

Dugaan penghinaan terhadap Nabi Muhammad ini terjadi saat Andre Taulany mewawancarai Virzha yang menjadi bintang tamu di program yang dipandunya. Kala itu Andre bertanya alasan Virzha merambah ke bisnis parfum. Virzha menjawab, dirinya mengagumi Nabi Muhammad SAW yang wanginya seperti 1.000 bunga.

Di sela-sela perbincangan, Andre Taulany melontarkan candaa yang kemudian dinilai menghina Nabi Muhammad SAW. “Aromanya 1.000 bunga? Itu badan apa kebon?,” kata Andre Taulany.

(tov / gur)

loading…

KOMENTAR

Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.





Source link

Loading...

Pos terkait