Bupati Minta Pedagang Pasar Wadai Ramadan Menjaga Higienis Kuliner

  • Whatsapp

Bupati Barito Kuala, Hj Noormiliyani dan Ketua TP PKK Barito Kuala Hj Saraswati Dwi Putranti (belakang kiri) saat meresmikan Pasar Wadai Ramadan di Marabahan, Senin 6 Mei 2019. Foto: Humpro Batola

Bupati Barito Kuala (Batola) Hj Noormiliyani AS membuka Pasar Wadai Ramadan 1440 Hijriyah di Siring Sungai Barito atau Uleg Marabahan, Jalan Tugu pada Senin sore 6 Mei 2019. Pembukaan Pasar Ramadan yang juga dihadiri Wakil Bupati H Rahmadian Noor, Penjabat Sekda H Abdul Manaf, para pimpinan SKPD beserta isteri, dan undangan.

Melalui siaran pers ke banjarhits.id, Ketua TP-PKK Hj Saraswati Dwi Putranti Rahmadian Noor dan Bupati Noormiliyani meresmikan Pasar Wadai Ramadan 1440 Hijriah. Pasar Ramadhan memberi kesempatan bagi masyarakat untuk menampilkan berbagai kuliner khas Batola dan Kalsel yang biasanya hanya muncul saat bulan puasa.

Usai peresmian dilanjutkan peninjauan tempat digelarnya jualan yang umumnya menampilkan aneka jenis kue (wadai) tradisional khas Banjar. Wadai-wadai itu di antaranya sari muka, amparan tatak, kararaban, bingka kentang, bingka barandam, wadai lapis, apam pisang sagu, putri salat, kakicak, papari, kakoleh, lupis, poto mayang, dan lainnya.

Bupati Hj Noormiliyani merespons positif atas digelarnya Pasar Ramadan yang cukup berpotensi sebagai salah satu objek wisata, khususnya kuliner dan wadai tradisional. Karena itulah, mantan Ketua DPRD Provinsi Kalsel ini berharap, instansi teknis agar mengelola potensi ini dengan baik.

Sementara para pedagang diminta memperhatikan jualan agar lebih variatif dengan menggali resep-resep tradisional orisinil khas daerah. Ia berharap dapat menarik minat para pengunjung maupun wisatawan mencicipi dan berbelanja.

Mengingat pasar Ramadan ini terfokus pada penyediaan makanan dan minuman untuk berbuka puasa, maka Noormiliyani mengimbau beberapa hal kepada para pedagang memperhatikan kualitas bahan baku yang digunakan, termasuk memperhatikan daya tahan dan masa kadaluarsa.

Dalam membuat makanan, diimbau agar menghindari penggunaan campuran yang mengandung zat kimia seperti zat pengawet, pewarna atau pemanis buatan. Jika terpaksa harus digunakan hendaknya memperhatikan takaran yang benar-benar sesuai ketentuan.

Seluruh masyarakat juga diminta senantiasa menjaga kebersihan dan keindahan serta turut memelihara ketertiban dan keamanan demi kenyamanan dan ketenangan bersama.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporbudpar) Batola, Gusti Rupandi mengatakan, Pasar Wadai Ramadan diadakan bertujuan selain untuk mempromosikan objek wisata lokal serta media syiar Islam sekaligus dalam upaya untuk memberdayakan ekonomi masyarakat.

Ruspandi menambahkan, Pasar Wadai Ramadan 1440 Hijriyah di Marabahan ini berisi jualan makanan, minuman, makanan siap saji, pedagang kurma, dan lain-lain. (Adv)

Klik disini untuk masuk ke sumber berita

Pos terkait