Bergosip Kena Denda? Tukang Gosip Takkan Betah Tinggal di Kota Ini

  • Whatsapp
bergosip tribun

Ilustrasi via Tribunnews

 

Sumber.com – Pemerintah Binalonan, Filipina membuat aturan anti mainstream yaitu mengeluarkan undang-undang yang melarang warganya menyebarkan atau menceritakan kabar yang tidak pasti atau bergosip. Bergosip jadi kegiatan ilegal di kota yang terletak 200 kilometer utara Manila ini.

 

Tak main-main, dilansir dari Oddity Central, mereka yang menyebarkan gosip bakal dikenai denda 200 peso atau sekitar Rp 3,8 dolar Amerika yang setara Rp 55.000. Tidak cukup hanya denda, tukang gosip ini diwajibkan memungut sampah di jalanan selama 3 jam! Kalau diterapkan di Indonesia, bagaimana ya Kawan Sumber?

 

Denda lebih besar diperuntukan bagi mereka yang ketahuan bergosip berulang kali, yakni dikenai denda hingga 1.000 peso atau sekitar Rp 275 ribu serta melakukan layanan masyarakat selama 8 jam.

 

Meski begitu, Undang-undang tersebut tidak mengatur jelas kualifikasi gosip atau syarat sebagai gosip. Namun, Walikota Ramon Guico mengatakan, menyebarkan rumor tetangga dan membicarakan masalah keuangan merupakan salah satu contoh pelanggaran yang dapat dihukum.

 

Walau erdengar tak biasa, sebenarnya hukum baru ini sudah diterapkan sejak tahun 2017 di lingkungan Binalonan. Banyak warga yang sudah terkena denda hingga 500 peso atau sekitar Rp137 ribu dan dipaksa menghabiskan siang hari mengumpulkan sampah sebagai hukuman karena bergosip di tempat umum.

 

Musim panas seperti kemarau dilaporkan menjadi waktu paling sering untuk warga bergunjing. Suasananya membuat penduduk berkumpul di tempat teduh sambil berbicara mengenai siapa yang telah selingkuh atau siapa yang berhutang.

 

Baca juga: Inilah Model Baju Koko Terbaru untuk Momen Lebaran 2019

 

”Itu tindakan buang-buang waktu saja. Orang akan memiliki sesuatu yang lebih baik untuk dilakukan. Melarang gosip adalah cara kami meningkatkan kualitas hidup di kota kami,” ujar Guico.

 

Dia juga mengatakan bahwa undang-undang tersebut tidak melanggar kebebasan berbicara. Malahan aturan itu bertujuan melindungi anggota masyarakat dari fitnah, salah satunya akibat ulah tukang gosip.

 

”Ini cara untuk mengingatkan orang bahwa segala sesuatu yang kita katakan adalah tanggung jawab kita sebagai individu dan sebagai penduduk kota ini. Kami ingin menunjukkan kepada kota-kota lain bahwa Binalonan memiliki orang-orang baik, ini adalah tempat yang baik dan aman untuk tinggal dengan tidak bergosip,” kata dia.

 

Baca juga: Tanda-Tanda Gebetan Naksir Sama Kamu, Tinggal Nunggu Jadian Aja Nih

 

 



Source link

Pos terkait