Berburu Kuliner Khas Ramadhan di Menara Keagungan

  • Whatsapp

Kronologi, Gorontalo – Menikmati bulan Ramadan di Gorontalo serasa tidak lengkap jika ada paganan atau sajian khas daerah berjulukan Serambi Madinah ini.

Seperti di tahun-tahun sebelumnya, selalu ada yang menarik saat bulan Ramadhan di Provinsi mekaran Sulawesi Utara ini.

Salah satunya ialah kebiasaan orang berburu makanan dan minuman khas Ramadhan yang kerap menjadi pilihan sebagai pelengkap menu buka puasa, dan juga untuk memanjakan leher setelah seharian menahan lapar dan dahaga.

Baca juga: Rekomendasi Wisata Religi yang Bisa Kamu Kunjungi Selama Ramadhan

Salah satu lokasi yang menyediakan kue khas berbuka puasa ala Gorontalo, adalah di kompleks Menara Keagungan Limboto. Lokasi ini menjadi salah satu tempat favorit warga Ibu Kota Kabupaten Gorontalo untuk berburu makanan dan minuman khas yang selalu muncul saat Ramadhan.

Sebut saja kue lopes, apang colo, cantik manis, lemper, es palabutung, es pisang ijo, dan masih banyak lagi. Bagi sebagian kalangan warga muslim di Gorontalo, berbuka puasa serasa tidak lengkap tanpa aneka jajanan itu.

Sejumlah pedagang di kawasan ini juga mengaku senang, pasalnya setiap hari dagangan makanan dan minuman khas Ramadhan mereka selalu ludes terjual.

“Selama satu bulan kasana rame pak, biasa ada yang buka dari jam 12, ada yang buka nanti jam 2 atau jam 3 sore,” kata Ibu Fika salah satu warga yang berjualan es pisang ijo  kepada reporter Kronologi.id.

Baca juga: Ramainya Gorontalo di Pagi Perdana Bulan Ramadhan

Selain rasanya yang lezat, harga dari berbagai macam makanan dan minuman yang dijajakan ini juga terjangkau. Sehingga tidak heran, jika saat waktu berbuka tiba, jajanan yang dijual ini juga ludes.

Lapak dagangan di kawasan Menara Keagunan ini hanya bisa dinikmati selama bulan Ramadhan saja. Karena di hari-hari biasa, kawasan ini adalah kawasan bebas pedagang kaki lima.

Untuk bulan Ramadhan ini, Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo mengizinkan para warga untuk berjualan sajian makanan buka puasa dengan syarat menjaga kebersihan kawasan menara yang baru saja dipugar itu.

Penulis: Yakub ‘Atho’ Kau



Klik disini untuk masuk ke sumber berita

Loading...

Pos terkait