7 Hal yang Hanya Dirasakan Siswa Sekolah Internasional

  • Whatsapp
7 Hal yang Hanya Dirasakan Siswa Sekolah Internasional

© Disediakan oleh Kumparan
com-Ilustrasi Sekolah

Muat Lebih

Loading...

“Jadi kangen sekolah deh,” tutur Kalista Maharani Dewi saat diwawancarai kumparan. Kalista adalah alumni Global Jaya School, sekolah internasional yang ada di Tangerang Selatan.

Kamu yang sedang atau pernah bersekolah di sekolah internasional, membaca pernyataan Kalista akan langsung membuatmu membayangkan apa saja kamu alami saat di sekolah internasional.

Tak cuma berkesan, pengalaman itu mungkin tak kamu rasakan di sekolah pada umumnya. Berikut tujuh hal yang hanya dialami siswa sekolah internasional.

1. Belajar lebih interaktif

Di sekolah internasional kamu diberi ruang yang luas untuk bicara mengungkapkan isi pikiran. Guru enggak hanya ceramah sendirian, tapi juga berinteraksi dua arah dengan murid.

“Menurutku (guru) orang Indonesia kebanyakan basa-basi dan selalu ngomongin teori plus menuntut muridnya untuk tunduk sama mereka. Dan itu membuat murid Indonesia takut untuk berinteraksi dan mengutarakan ide mereka,” kata Kalista.

2. Tak ada IPA-IPS

Penjurusan IPA-IPS-Bahasa adalah penjurusan dalam kurikulum sekolah nasional. Di sekolah internasional, kurikulum yang digunakan di antaranya adalah International Baccalaureate (IB) dan Cambridge.

“Aku dari jurusan Humanities. (Selain itu) ada Ekonomi, Fisika, Biologi dan Art,” aku Putri Dena R, dulu pernah mengecap bangku SMA di SMA Madania, Parung, Bogor. Di SMA Madania, ia menggunakan kurikulum Cambridge.

3. Santai bicara bahasa Inggris

Namanya juga sekolah internasional, menggunakan bahasa Inggris adalah hal lumrah. Meskipun begitu, di luar pembelajaran, bahasa Inggris enggak wajib digunakan.

“Aku masuk pas kelas 6 SD (ke sekolah internasional), jadi masih santai banget ngomong bahasa Inggris, lama-lama bisa sendiri. Terus teman-teman dan gurunya membantu kalau kita banyak salah grammar dan lain-lain,” ujar Kalista.

Di sekolah Putri malahan diwajibkan untuk mengambil kelas bahasa lain selain Inggris, di antaranya bahasa Jepang, Jerman, Cina, dan Arab.

4. Punya teman bule

Bila kamu sekolah di sekolah internasional, kemungkinan kamu mendapatkan teman bule. Ya, walaupun enggak banyak.

“Temannya sedikit sih kalau bule. Kebanyakan yang bule campuran. Dan kita emang ada program wajib overseas sebulan lebih gitu ke Kanada,” ujar Destyananda Savitri, siswa SMA International Islamic Boarding School (IIBS) tahun 2010-2012.

5. Merasakan kurikulum internasional, tapi harus ikut UN

Maklum saja kalau sekolah internasional ada di Indonesia maka harus ikut peraturan yang ada di negara ini. Melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 31/2014, sekolah yang kini disebut Satuan Pendidikan Kerjasama (SPK) itu pun mewajibkan UN bagi peserta didik berkewarganegaraan Indonesia.

“Kita harus fokus ke (ujian) Cambridge, tapi juga harus fokus ke UN. Belajar jadi enggak bisa fokus karena setengah-setengah (perhatiannya),” kata Putri.

6. Beban ujian lebih berat

Kalista mengaku pelajaran yang harus diserap cukup berat baginya di sekolah internasional yang menggunakan kurikulum IB. Soalnya, ujian tiap mata pelajaran ada dua bentuk, satu berupa teori dan satunya lagi studi kasus.

Ditambah lagi para siswa harus membuat esai bernama extended essay dan theory of knowledge. Di situs resmi IB, ibo.org, extended essay dibuat sepanjang 4000 kata. Sedangkan theory of knowledge dibuat sepanjang 1600 kata dan harus dipresentasikan.

7. Setelah lulus jadi terbiasa bikin tugas esai

Di sekolah internasional, tugas-tugas esai yang berjibun ternyata punya dampak positif. Apalagi ketika para siswa lulus dan menginjak bangku kuliah.

“Jadi terbiasa bikin esai atau paper pakai bahasa Inggris, atau kalau ada dosen tamu dari luar (negeri) bisa keep up. Juga punya gambaran tentang skripsi dan magang, kuliah kan ada magang sama skripsi juga, jadi sudah enggak kaget-kaget banget,” ujar Putri.

Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Loading...

Pos terkait