6 Hal yang Harus Dihindari saat Libur Lebaran di Myanmar

  • Whatsapp
6 Hal yang Harus Dihindari saat Libur Lebaran di Myanmar
6 Hal Yang Harus Dihindari Saat Libur Lebaran Di Myanmar

© instagram/aroundtheworld_withmybackpack
Pagoda Shwedagon terkenal di kalangan wisatawan yang berkunjung ke Myanmar
Mantapps.com – Menghabiskan waktu libur lebaran bisa dengan banyak cara, salah satunya dengan mengunjungi destinasi wisata luar negeri.

Muat Lebih

Satu di antara destinasi wisata luar negeri yang menarik perhatian untuk dikunjungi adalah Myanmar.

Myanmar yang terkenal dengan Pagoda Shwedagon ini ternyata memiliki beberapa aturan bagi para wisatawan yang berkunjung lho.

Dilansir TribunTravel dari kompas.com, berikut enam hal yang harus dihindari saat berlibur ke Myanmar:

1. Hindari memakai longyi tanpa pakaian dalam

Ilustrasi wisatawan mengenakan Longyi (instagram/oursocalledsimplelife)© Disediakan oleh PT. Tribun Digital Online
Ilustrasi wisatawan mengenakan Longyi (instagram/oursocalledsimplelife)
Longyi merupakan pakaian tradisional khas Myanmar.

Namun, ternyata mengenakan Longyi membutuhkan latihan lho, jika traveler sampai salah mengenakannya bisa jadi hal itu akan menimbulkan kesan menyinggung masyarakat atau malah menjadi sesuatu yang memalukan bagi diri sendiri.

Salah satu yang harus traveler hindari saat mengenakan longyi adalah mengenakannya tanpa menggunakan pakaian dalam.

Jika nekat melakukannya, maka hal ini merupakan sesuatu yang menyinggung masyarakat setempat.

2. Hindari naik motor di pusat Kota Yangon

Ilustrasi sepeda motor (meijsmotorman.com)© Disediakan oleh PT. Tribun Digital Online
Ilustrasi sepeda motor (meijsmotorman.com)

Di Yangon ada beberapa jalan yang dilarang untuk dilintasi oleh sepeda motor.

Ini merupakan hukum yang harus dipatuhi semua orang.

Oleh karena itu, hendaknya traveler memahami aturan berkendara di Myanmar, terutama di Kota Yangon.

Jangan sampai libur lebaran terganggu karena harus berurusan dengan polisi setempat ya.

Jika traveler tetap ingin naik sepeda motor atau skuter listrik, hal itu bisa dilakukan di pinggiran Kota Yangon.

3. Hindari menunjuk menggunakan kaki

Ilustrasi (thelist.com)© Disediakan oleh PT. Tribun Digital Online
Ilustrasi (thelist.com)

Di Myanmar menunjuk menggunakan kaki merupakan perbuatan yang tidak sopan sehingga tidak boleh dilakukan.

Hal itu karena kaki dipandang sebagai bagian tubuh yang paling kotor.

Sangat tidak sopan ketika menunjuk benda-benda religius seperti patung Buddha, manusia, atau apa pun menggunakan kaki.

Tanamkan di pikiran jika menunjuk dengan kaki tidaklah sopan untuk menghindari melakukan perbuatan ini secara tidak sengaja.

4. Hindari memakai sepatu atau kaus kaki di tempat suci

Berjalan tanpa alas kaki dan kaus kaki di Pagoda Shwedagon (instagram/kerry_spaghetti)© Disediakan oleh PT. Tribun Digital Online
Berjalan tanpa alas kaki dan kaus kaki di Pagoda Shwedagon (instagram/kerry_spaghetti)

Ketika berada di Myanmar, ada baiknya kamu menghindari menggunakan sepatu atau kaus kaki saat berkunjung ke tempat-tempat suci seperti pagoda atau kuil karena hal tersebut dilarang.

Traveler bisa meletakkan sepatu atau kaus kaki pada tempat yang telah disediakan ketika akan memasuki tempat-tempat suci di Myanmar.

5. Hindari mengenakan gambar Buddha secara sembarangan

Buddha (instagram/ester.nemes)© Disediakan oleh PT. Tribun Digital Online
Buddha (instagram/ester.nemes)

Menggambarkan citra Buddha secara tidak pantas di Myanmar bisa menyebabkan konsekuensi yang parah.

Pada 2015 silam, warga negara Selandia Baru dipenjara sekitar 10 bulan karena menggambarkan Buddha memakai earphone dalam iklan.

Berita tentang kasus itu menjadi headline beberapa berita internasional.

Selain itu, ini juga membuktikan keseriusan Myanmar pada orang yang melakukan penistaan ajaran agama.

6. Hindari memulai percakapan kontroversial

Masyarakat Myanmar memang ramah untuk diajak berbicara.

Namun, ada beberapa topik kontroversial yang sebaiknya dihindari.

Politik, mantan rezim militer, krisis Rohingya, perbedaan etnis, dan penistaan agama merupakan topik sensitif di sana.

Hindari memulai membahas topik-topik tersebut saat mengobrol dengan masyarakat Myanmar.

Lebih baik jika topik sensitif itu dimulai oleh lawan bicara sebagai orang asli Myanmar.

Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Pos terkait