5 Lokasi Syuting Drama “Kingdom”, Menawan untuk Dikunjungi!

  • Whatsapp
5 Lokasi Syuting Drama “Kingdom”, Menawan untuk Dikunjungi!
5 Lokasi Syuting Drama “kingdom”, Menawan Untuk Dikunjungi!

© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media
Paviliun Gwallamjeon

Mantapps.com – Jika Anda penggemar drama Korea (drakor), tentunya sudah tak asing dengan drama “Kingdom”. Drama yang pernah tayang di Netflix ini berkisah tentang wabah zombie yang menyebar di kerajaan.

Muat Lebih

Loading...

Cerita berpusat pada Putra Mahkota yang diperankan oleh Ju Ji-hoon yang berusaha mengungkap penyebab wabah. Alur cerita drama yang seru, berpadu pemandangan alam yang memikat membuat drama ini menarik.

Nah, bagi Anda pecinta drama Kingdom, berikut ini lokasi-lokasi yang dipakai syuting drakor Kingdom. Tentunya lokasi-lokasi menawan ini tak boleh sampai terlewat kalau Anda datang ke Korea!

1. Istana ChangdeokgungAula Injeongjeon© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media
Aula Injeongjeon

Istana Changdeokgung digunakan sebagai lokasi syuting utama Kingdom. Di antara adegan drama yang terjadi di dalam istana, terdapat dua lokasi yang paling berkesan yaitu Paviliun Gwallamjeong, dan Aula Injeongjeon.

Paviliun Gwallamjeong terlihat sangat cantik lantaran menghadap ke Kolam Aeryeonji dan sekelilingnya penuh pohon-pohon.

Sementara Aula Injeongjeon adalah bangunan utama di Istana Changdeokgung berbentuk megah yang berfungsi sebagai ruang tahta kerajaan. Saking menawannya, aula ini kerap tampil di berbagai drama Korea.

2. Istana ChanggyeonggungAula Tongmyeongjeon© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media
Aula Tongmyeongjeon

Dalam seri Kingdom, Aula Tongmyeongjeon di dalam Istana Changgyeonggung digunakan sebagai tempat tinggal Permaisuri Ratu.

Kenyataannya, aula ini digunakan sebagai tempat tinggal raja, serta sebagai tempat untuk jamuan makan.

3. Istana Gyeonghuigung

Aula Sungjeongjeon© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media
Aula Sungjeongjeon

Bagian Aula Sungjeongjeon di Istana Gyeonghuigung digunakan sebagai tempat syuting kediaman Raja.

Namun sebenarnya Aula Sungjeongjeon digunakan untuk pelaksanaan acara-acara meriah, seperti saat penobatan raja. Aula Sungjeongjeon adalah bangunan terbesar dengan dekorasi dekorasinya yang sangat indah di dalam Istana Gyeonghuigung.

Tempat penting lain di dalam istana ini adalah Aula Jajeongjeon, yang terletak di belakang Aula Sungjeongjeon. Lokasi ini merupakan tempat Raja mengadakan pertemuan dengan dewan pribadi.

Lokasi ini makin menarik dan tak boleh terlewat, lantaran di luar istana terdapat Museum Sejarah Seoul yang bisa pula dikunjungi.

4. Desa Rakyat Korea (Korean Folk Village)Korean Folk Village© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media
Korean Folk Village

Desa Rakyat Korea yang berada di Yongin, Gyeonggi-do merupakan obyek wisata yang menampilkan berbagai gaya perumahan dari zaman Joseon.

Tempat ini memiliki toko-toko dan bangunan lain yang khas di masa itu, termasuk kantor pemerintahan, ruang kuliah, toko obat herbal, dan candi Buddha.

Di desa ini, Kantor pemerintahan menjadi latar adegan drama “Kingdom” ketika wabah zombie tiba di sebuah kota yang disebut Dongnae.

Dalam drama, adegan jenazah diletakkan di sana sebelum kemudian mereka terbangun di malam hari untuk membawa teror kepada penduduk desa.

5. Studio Terbuka Mungyeongsaejae

Replika Gerbang Gwanghwamun© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media
Replika Gerbang Gwanghwamun

Lokasi ini sudah cukup sering dirancang untuk syuting drama bersejarah, seperti “The Crowned Clown (2019)”, “Taejo Wang Geon (2000)”, dan “The Slave Hunters (2010)”.

Studio Terbuka Mungyeongsaejae menawarkan pengalaman menggunakan hanbok. Pengunjung bisa menyewa kostum yang disediakan seolah menjadi raja atau ratu yang kemudian duduk di atas takhta kerajaan.

Dalam seri “Kingdom”, latar yang diambil di Studio Terbuka Mungyeongsaejae di antaranya adalah latar kota, pedesaan dan gerbang-gerbang.

Sebagai contoh saat adegan para pejabat tinggi melewati Gerbang Gwanghwamun untuk bertemu dengan Raja.

Meskipun mungkin tampak seperti gerbang Gwanghwamun asli, sebenarnya replika ini diperkecil sekitar 80 persen dari ukuran aslinya.

Penulis: Nur Rohmi Aida

Editor: I Made Asdhiana

Copyright Kompas.com

Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Loading...

Pos terkait