130 Calon Pengusaha Kuliner Dilatih Olahan Makanan

  • Whatsapp
130 Calon Pengusaha Kuliner Dilatih Olahan Makanan
130 Calon Pengusaha Kuliner Dilatih Olahan Makanan

Muat Lebih

Loading...
class=”eliadunit”>

MALANG – Sub sektor kuliner menjadi salah satu primadona ekonomi kreatif di Kota Malang. Kurang lebih 70 persen usaha mikro di Kota Malang bergerak di bidang kuliner.

Inilah mengapa pemberdayaan usaha mikro saat ini difokuskan pada bidang kuliner dalam pelatihan ketrampilan kerja bagi tenaga kerja dan masyarakat calon wirausaha baru, melalui pelatihan olahan makanan, Senin (24/6), di Hotel Regent’s Park Kota Malang.


Pelatihan yang digelar Dinas Koperasi dan UMKM Kota Malang selama dua angkatan, masing-masing tiga hari itu, memberikan pembekalan terkait tata cara berbisnis dan upaya meraih pasar, serta memperoleh bisnis ini. Sederet produk olahan yang sudah ada dan sedang dikembangkan optimis mampu bersaing di pasaran. Sebanyak 130 peserta warga calon wirausahawan dilatih dalam kegiatan yang didanai dari dana bagi hasil cukai tembakau (DBHCT) ini.

“Kami juga sudah menjadi kota kreatif, dan ada begitu banyak kuliner yang menarik untuk dikembangkan,” kata Plt Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Malang, Tri Widyani Pangestuti di sela kegiatan yang difokuskan pada pelatihan pembuatan pudding art.

Dia menjelaskan, beberapa pelatihan diberikan kepada para pengusaha yang mulai merintis usahanya. Salah satunya adalah dalam bidang kuliner. Karena dikenal sebagai kota wisata, tentu ada begitu banyak produk olahan yang unik untuk bisa ditawarkan kepada wisatawan maupun di pasaran.

Dalam berbagai pelatihan yang diberikan, peserta tidak hanya dibekali dengan keterampilan saja, juga dibekali untuk meningkatkan jiwa kewirausahaan dari masing-masing pengusaha. Para peserta yang disasar mereka yang belum pernah mendapatkan pelatihan sama sekali.

class=”eliadunit”>
Bukan hanya sektor kuliner, dia juga menjelaskan jika berbagai usaha dalam bidang ekonomi kreatif terus menjadi sasaran dan perhatian utama. Melalui kolaborasi yang apik antar sektor usaha kreatif, dia optimis pertumbuhan ekonomi kreatif di Kota Malang akan semakin berkembang maju.

“Jumlah pelaku ekonomi kreatif di Kota Malang dengan skala UMKM ada banyak, sekitar 100 ribu-an dan yang menjadi binaan kami baru ribuan saja jumlahnya,” jelasnya.

Bukan hanya melatih orangnya saja, lanjut Yani sapaan akrabnya, akses pemodalan juga menjadi prioritas pembekalan. Pelatihan pemodalan dilakukan untuk memberi angin segar bagi para pengusaha, utamanya mereka yang baru memulai usaha.

“Targetnya nanti para pelaku usaha bisa mandiri. Bagaimana caranya mereka tahu bagaimana mengakses modal, pemasarannya, secara digital mereka bisa mendigitalisasi produknya sehingga bisa dipasarkan luas,” pungkasnya.

Yani menambahkan, Kantor Diskop UMKM juga memiliki Kinik Bisnis yang selama dua kali seminggu dibuka bagi siapapun warga yang membutuhkan konsultasi bisnis. (ica/aim)

Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Loading...

Pos terkait