Tertidur, Seorang Penumpang Terkunci di Pesawat Air Canada

  • Whatsapp
Tertidur, Seorang Penumpang Terkunci di Pesawat Air Canada
Tertidur, Seorang Penumpang Terkunci Di Pesawat Air Canada

© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media
Air Canada AFP PHOTO

TORONTO, Mantapps.com – Seorang penumpang perempuan di Kanada dilaporkan mengisahkan sebuah kisah menarik namun juga menegangkan ketika menghabiskan akhir pekan.

Muat Lebih

Di media sosial di Facebook, Tiffani Adams menuturkan dia menaiki pesawat maskapai Air Canada untuk pulang ke Toronto sehabis mengunjungi temannya di Quebec.

Dilansir New York Post Sabtu (22/6/2019), rupanya dia tertidur selama penerbangan sehingga tidak sadar jika pesawat sudah mendarat di Bandara Internasional Toronto.

Dia pun kemudian terbangun dan menyadari dia sudah ditinggalkan dan terkunci selama beberapa jam. “Saya kira saya mengalami mimpi yang sangat buruk,” tuturnya.

Adams mengatakan ketika tidur, nampan kursinya tidak diangkat sehingga seharusnya pramugari bisa memberitahunya ketika mereka hendak mendarat.

“Namun bagaimana Anda bisa membiarkan satu orang duduk di kursinya dan bergegas langsung pulang ke rumah begitu saja?!?!” kata Adams dalam tulisan yang diunggah orang lain.

Adams menggambarkan pengalaman mengerikan di mana dia tidak dapat mengisi daya ponselnya karena terjebak di dalam pesawat, dan membuatnya mengalami serangan panik.

Adams menceritakan, dia berusaha untuk memperingatkan seseorang bahwa dia masih berada dalam pesawat. Dia berkata menemukan lampu sorot di bagian kokpit.

Selain itu, dia menemukan tombol untuk membuka pintu puas. Sayangnya tidak ada tangga yang membuatnya harus tergantung selama 40-50 kaki, dan mulai menyalakan lampu sorot.

Untungnya, staf bandara yang membawa truk kargo melihat dan segera menuju ke arahnya. Air Canada langsung mengetahui dan segera memberikan tumpangan.

Sejak saat itu, Air Canada berusaha menghubunginya untuk menyampaikan permintaan maaf. Namun Adams menuturkan dia masih berusaha memulihkan diri dari traumanya.

“Sejak saat itu, saya kurang tidur karena malam penuh teror itu. Saya terbangun penuh rasa gelisah takut jika tahu berada di ruangan gelap,” kata Adams.

Editor: Ardi Priyatno Utomo

Sumber: New York Post

Copyright Kompas.com

Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Pos terkait