Sudah 30 Tahun Pesawat Terbesar di Dunia Teronggok di Dalam Hangar

  • Whatsapp
Sudah 30 Tahun Pesawat Terbesar di Dunia Teronggok di Dalam Hangar
Sudah 30 Tahun Pesawat Terbesar Di Dunia Teronggok Di Dalam Hangar

KIEV, Mantapps.com – Setelah terbengkalai selama 30 tahun, pembangunan pesawat kargo terbesar di dunia kemungkinan besar akan segera selesai.

Sejauh ini hanya satu pesawat Antonov An-255 yang dibangun sejak masa perang dingin. Uni Soviet kala itu berencana membangun pesawat kedua.

Muat Lebih

Pesawat kedua ini sebenarnya sudah terbangun hingga 70 persen tetapi sejak itu dia hanya tersimpan di sebuah hangar di Ukraina.

Saat Mriya dinyatakan sukses, Uni Soviet saat itu memutuskan untuk membat tiga lagi An-225. Konstruksi pesawat kedua dimulai pada 1989, sayangnya sejarah ikut campur.

Pada 1991 Uni Soviet runtuh dan ikut runtuh juga program-program kedirgantaraan negeri itu. Di tengah kekacauan usai runtuhnya Uni Soviet, produksi pesawat kedua pun tertunda pada 1994.

Pesawat kedua ini sebenarnya sudah terbangun hingga 70 persen tetapi sejak itu dia hanya tersimpan di sebuah hangar di Ukraina. Saat perusahaan dirgantara Antonov sukses menyesuaikan diri dari sistem komunis ke kapitalis, tetap saja nasib megaproyek di masa Uni Soviet ini tidak jelas.

Meski demikian, perusahaan dirgantara Antonov kini berharap bisa mengumpulkan cukup dana untuk merampungkan proyek ini. Perusahaan itu membutuhkan anggaran setidaknya 270 juta poundsterling atau sekitar Rp 4,7 triliun untuk membangun pesawat terbesar di dunia ini.

Antonov An-225 Mriya yang dalam bahasa Ukraina berarti mimpi saat ini merupakan pesawat terbesar di dunia. . Mriya mampu mengangkut sebuah pesawat angkasa luar, 10 tank atau 30 mobil dan memiliki kru standar sebanyak 22 orang.

Secara total An-225 bisa mengangkut kargo dengan total berat mencapai 253.820 kilogram. China membantu upaya Antonov untuk menyelesaikan proyek ini pada 2019, tetapi nampaknya rencana ini tak berjalan lancar.

Berbagai perusahaan kargo amat tertarik dengan pesawat ini karena menawarkan keuntungan dalam hal mengurangi jumlah perjalanan.

“Saat ada kebutuhan untuk memecahkan masalah seperti ini (membawa muatan besar) maka akan ada permintaan untuk pesawat kedua dan saat itulah investor akan datang,” mkata Gennadiy Silchenko, seorang staf Antonov kepada CNN tahun lalu.

Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Pos terkait