Saya Siap Mati Bersama Kalian

  • Whatsapp
Saya Siap Mati Bersama Kalian
Saya Siap Mati Bersama Kalian

© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media
Presiden Filipina Rodrigo Duterte memberi hormat usai pidato dalam rangka ulang tahun militer, pada Desember 2017. Ted Aljibe / AFP

JOLO, Mantapps.com – Presiden Filipina Rodrigo Duterte menyatakan dukungannya kepada pasukan yang terluka ketika melawan kelompok ekstremis Abu Sayyaf.

Muat Lebih

Duterte berkunjung ke Kamp Jenderal Teodulfo Bautista di Jolo, Sulu, di mana mereka dirawat setelah menderita luka melawan kelompok yang berafiliasi dengan ISIS itu.

Diwartakan ABS-CBN via Newsweek Rabu (5/6/2019), Duterte mengalungkan medali Order of Lapu-Lapu dengan Rangking Kampilan kepada 11 tentara yang terluka.

“Saya di sini, ketika kalian membutuhkan Panglima Tertinggi kalian. Saya bakal berada di samping kalian, dan siap mati bersama kalian,” kata Duterte dikutip Inquirer.net.

Dilansir Rappler, fotografer sekaligus pengamat asal Belanda Ewold Horn yang diculik pada 2012 tewas dalam baku tembak di Patikul pada 31 Mei lalu.

Pejabat militer Filipina meyakini Horn ditembak mati oleh penculiknya ketika berupaya kabur dalam kontak senjata antara Abu Sayyaf dengan pasukan pemerintah.

Jenazah lain yang ditemukan selepas baku tembak itu adalah Mingayan Sahiron, istri dari pimpinan Abu Sayyaf Radullan Sahiron, bersama empat anggotanya.

Pada Januari, setidaknya 20 orang tewas dan lebih dari 100 orang terluka ketika terjadi serangan bom bunuh diri ganda di gereja Katolik dengan ISIS mengklaim bertanggung jawab.

Pada saat itu, Duterte dilaporkan sangat murka dan memerintahkan supaya teroris itu diburu hingga “ke ujung Bumi” dan dibawa ke pengadilan atas kejahatan mereka..

“Musuh-musuh negara dengan berani menantang kemampuan pemerintah dalam melindungi warganya. Pasukan pemerintah bakal bereaksi dan menghancurkan penjahat tak bertuhan itu,” tegasnya.

Editor: Ardi Priyatno Utomo

Sumber: Newsweek

Copyright Kompas.com

Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Pos terkait