Presiden China Bakal Kirim 100.000 Ton Makanan ke Rakyat Korut

  • Whatsapp
Presiden China Bakal Kirim 100.000 Ton Makanan ke Rakyat Korut
Presiden China Bakal Kirim 100.000 Ton Makanan Ke Rakyat Korut

© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media
Gambar ini diambil dari rekaman video yang dirilis oleh China Central Television (CCTV) pada Rabu (28/3/2018) menunjukkan Presiden China Xi Jinping (kanan) dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un berjabat tangan selama pertemuan mereka di Beijing pada Selasa (27/3/2018). (CCTV/AFP)

BEIJING, Mantapps.com – Presiden China Xi Jinping dilaporkan bakal menawarkan makanan kepada rakyat Korea Utara (Korut) jelang kunjungan pada pekan ini.

Muat Lebih

Loading...

Baik media pemerintah China dan Korut sama-sama mengabarkan kunjungan Xi itu pada Senin (17/6/2019). Pertama sejak kunjungan terakhir dilakukan pada 2005 silam.

Media Korea Selatan (Korsel) Yonhap dikutip Newsweek memberitakan Selasa (18/6/2019), China menawarkan 100.000 ton makanan sebagai bentuk hubungan baik.

Kabar itu juga terjadi di tengah pernyataan Rodong Sinmun, harian resmi Partai Buruh Korut, sebagai kekeringan terburuk yang mereka alami dalam 100 tahun terakhir.

Korut dikenai beragam sanksi internasional utamanya dari Amerika Serikat (AS) karena program senjata nuklirnya. Karena itu, China dipandang sebagai jalur ekonomi bagi mereka.

Pernyataan bersama dari Program Pangan Dunia (WHO) dan Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) menyebut ada 10 juta rakyat Korut yang menderita kekurangan pangan.

Laporan PBB menyatakan kegagalan panen karena kekeringan, gelombang panas, dan banjir saat musim tanam membuat sebagian rakyat Korut tak bisa menghadapi panen berikutnya.

Korsel dilaporkan sudah mengajukan permohonan mengirim bantuan 8 juta dollar AS, sekitar Rp 114,2 miliar. Sedangkan Rusia mempertimbangkan mengirim 50.000 ton gandum lewat perbatasan.

Penawaran internasional itu terjadi setelah Pemimpin Korut Kim Jong Un melakukan rangkaian kunjungan diplomatik pada tahun lalu. Dimulai dengan kunjungan ke China.

Dia menggelar tiga kali pertemuan masing-masing dengan Xi dan Presiden Korsel Moon Jae-in. Kemudian, dia menjadi pemimpin pertama yang menggelar pertemuan dengan Presiden AS.

Dia pertama kali dengan Presiden Donald Trump di Singapura Juni tahun lalu. Pertemuan kedua yang digelar di Hanoi, Vietnam, pada akhir Februari tak menghasilkan kesepakan papaun.

Editor: Ardi Priyatno Utomo

Sumber: Newsweek

Copyright Kompas.com

Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Loading...

Pos terkait