Pesawat Latihan Militer Vietnam Jatuh, Dua Pilot Tewas

  • Whatsapp
Pesawat Latihan Militer Vietnam Jatuh, Dua Pilot Tewas
Pesawat Latihan Militer Vietnam Jatuh, Dua Pilot Tewas

© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media
Pesawat pelatihan Yakovlev Yak-52 buatan Rusia. SHUTTERSTOCK

HANOI, Mantapps.com – Dua pilot Vietnam tewas setelah pesawat militer yang mereka terbangkan jatuh saat menjalani sesi latihan, Jumat (14/6/2019).

Muat Lebih

Insiden jatuhnya pesawat militer itu terjadi di Provinsi Khanh Hoa. Kedua pilot sedang melakukan sesi latihan dengan menerbangkan pesawat pelatihan Yakovlev Yak-52 buatan Rusia.

Pesawat dilaporkan jatuh di dekat kawasan gunung. Seorang pilot ditemukan tewas di lokasi insiden, sementara seorang pilot lainnya meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit.

“Seorang pilot ditemukan sudah dalam kondisi tak bernyawa, sedangkan seorang pilot meninggal di perjalanan ke rumah sakit,” kata Nguyen Ngoc Khue, kepala komune setempat di mana kecelakaan terjadi.

Lokasi jatuhnya pesawat segera ditutup untuk umum guna dilakukan penyelidikan.

Foto-foto yang beredar di media menunjukkan gumpalan asap yang mengepul dari pesawat yang jatuh.

Meski Vietnam termasuk memiliki catatan baik dalam penerbangan sipil, namun kecelakaan pesawat maupun helikopter militer dilaporkan kerap terjadi.

Kebanyakan insiden kecelakaan pesawat militer Vietnam melibatkan armada udara yang telah berusia tua yang diperoleh dari sekutu lamanya, Rusia.

Pesawat Yak-52 termasuk dalam salah satu armada lawas militer Vietnam. Pertama kali diterbangkan pada 1976 di Rusia, pesawat ini lantas diproduksi di pabrik yang berada di Rumania oleh perusahaan Aerostar.

Pesawat tersebut dirancang untuk latihan pilot olahraga sipil, namun juga kerap digunakan oleh pilot militer di bekas Uni Soviet.

Sebelumnya pada Juli 2018, dua pilot Angkatan Udara Vietnam dilaporkan tewas dalam latihan terbang setelah pesawat Sukhoi Su-22 buatan Rusia yang mereka terbangkan jatuh di Provinsi Nghe An.

Kecelakaan pesawat militer juga sempat terjadi pada 2016 yang menewaskan setidaknya 14 orang.

Vietnam tengah berupaya untuk memodernisasi perlengkapan militernya, termasuk armada pesawat tempur mereka dengan membeli dari mitra di luar sekutu lama Rusia, termasuk dari Perancis, Jerman, dan Israel.

Vietnam juga mendapat dorongan dari AS untuk membeli peralatan tempur dari mereka, namun para pengamat mengatakan, Vietnam bakal kesulitan untuk membayar tagihan jika membeli perangkat keras militer dari negara adidaya itu.

Editor: Agni Vidya Perdana

Sumber: AFP

Copyright Kompas.com

Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Pos terkait