Perundingan Perang Dagang AS – China Berlanjut di Tengah Tekanan Trump

  • Whatsapp
Perundingan Perang Dagang AS - China Berlanjut di Tengah Tekanan Trump
Perundingan Perang Dagang As China Berlanjut Di Tengah Tekanan Trump

Tim runding Amerika Serikat (AS) dan China kembali melanjutkan pertemuan terkait penyelesaian perang dagang kedua negara. Pertemuan dimulai dengan sebuah makan malam pada Selasa (30/7) di Fairmont Peace Hotel, Shanghai, China.

Pertemuan lanjutan ini berlangsung, setelah Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping bertemu di G20 di Jepang, akhir Juni 2019.

Muat Lebih

Loading...

Pada pertemuan kemarin, delegasi AS dipimpin Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer dan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin. Sementara pihak Tiongkok diwakili Wakil Perdana Menteri Liu He.

Di tengah proses negosiasi, Presiden AS Donald Trump justru mengeluarkan twit bernada tekanan. Ia meminta Beijing mempercepat proses negosiasi. Ia mengancam akan membuat kesepatan semakin sulit bila dirinya terpilih kembali sebagai presiden AS di pemilu 2020.

“Tim saya sekarang sedang bernegosiasi dengan mereka (China), tapi mereka selalu mengubah perjanjian di akhir-akhir untuk kepentingan mereka (China) semata. Mereka mungkin bisa menunggu hasil dari pilpres (2020),” cuit Trump.

Trump juga berkeyakinan China lebih tertarik bernegosiasi dengan presiden dari Partai Demokrat. “Mereka (China) berdoa Trump kalah,” ungkap Trump.

Dalam pertemuan yang baru dimulai kembali, AS berharap Beijing menambah pesanan terhadap produk-produk pertanian Negeri Paman Sam. Di saat yang sama, Beijing menunggu keputusan Washington untuk melonggarkan akses kepada Huawei dalam membeli produk-produk teknologi buatan AS. Selama ini, Huawei dibatasi aksesnya memperoleh dan menggunakan produk teknologi AS.

Dalam negosiasi ini, belum ada yang diputuskan, meskipun segala sesuatu mungkin terjadi untuk membangun sebuah kepercayaan,” kata mantan Diplomat dan Pejabat Perdagangan AS, James Green.

Tim negosiasi AS masih berusaha mencari jalan terbaik dari draf perjanjian yang diajukan, sebelum semuanya mencapai jalan buntu. Draf yang diajukan AS berisi permintaan untuk mengubah praktik subsidi dan kebijakan transfer teknologi yang dilakukan pemerintah China. Namun, China kemudian menolak isi perjanjian yang diajukan sepihak.

Sebelumnya juga, Trump dan Xi Jinping pada bulan lalu bersepakat memulai negosiasi setelah China berkomitmen membeli produk pertanian AS. Selanjutnya Trump mengizinkan perusahaan AS melakukan bisnis dengan Huawei. Faktanya, proses di lapangan berlangsung lambat.

© Disediakan oleh PT. Dynamo Media Network

Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Loading...

Pos terkait