Perdana Menteri Belanda: Pernyataan Mahathir Picu Kebingungan

  • Whatsapp
Perdana Menteri Belanda: Pernyataan Mahathir Picu Kebingungan
Perdana Menteri Belanda: Pernyataan Mahathir Picu Kebingungan

© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media
Pesawat Malaysia Airlines MH17 yang jatuh pada Juli 2014 menewaskan seluruh 298 penumpang dan awaknya. BBC

BRUSSELS, Mantapps.com – Perdana Menteri Belanda Mark Rutte menyayangkan pernyataan PM Malaysia yang memicu kebingungan karena mengkritik keputusan penuntutan terhadap empat tersangka atas kasus jatuhnya MH17.

Muat Lebih

“Saya memahami, dan tentu saja saya juga merasakan hal seperti itu, bahwa kerabat (korban) sangat kecewa akan hal ini dan itu telah menabur kebingungan,” kata Rutte kepada wartawan menjelang pertemuan puncak Uni Eropa di Brussels.

Mengenai sikap yang akan diambil pemerintah Belanda, Rutte mengatakan jika Kementerian Luar Negeri Belanda akan menghubungi pemerintah Malaysia untuk meminta penjelasan, sebelum dua membuat pernyataan lebih lanjut.

Piet Ploeg, ketua yayasan yang mewakili kerabat korban asal Belanda, menyebut pernyataan pemimpin Malaysia itu sebagai perkataan yang “aneh” dan “terlalu gila” untuk diucapkan.

“Pernyataan itu sungguh tidak bisa dipercaya dan menjadi tamparan bagi kerabat korban di Malaysia dan juga di Belanda,” kata Ploeg.

“Sangat menyejutkan bahwa perdana menteri Malaysia akan meragukan temuan dari aparatur peradilannya sendiri yang berada di belakang temuan oleh tim internasional,” tambahnya.

Sebelumnya, Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad telah menyebut langkah tim penyelidik yang menjatuhkan dakwaan pembunuhan terhadap empat tersangka atas insiden jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 adalah hal konyol dan bermuatan politik.

Tim penyelidik internasional yang dipimpin Belanda dan beranggotakan Australia, Belgia, Malaysia, dan Ukraina, menuduh tiga pria Rusia dan seorang Ukraina sebagai pihak yang bertanggung jawab atas jatuhnya pesawat Malaysia Airlines pada 2014 silam.

Keempatnya didakwa atas tindakan pembunuhan yang menyebabkan 298 orang dalam penerbangan antara Amsterdam dan Kuala Lumpur tewas, setelah sebuah rudal menghantam pesawat Boeing 777 tersebut di atas wilayah timur Ukraina.

“Kami sangat tidak senang karena sejak awal itu menjadi masalah politik tentang bagaimana menuduh Rusia melakukan kesalahan,” ujar Mahathir kepada wartawan di Putrajaya, Kamis (20/6/2019).

“Itu merupakan hal yang konyol. Sejauh yang kami ketahui, kami menginginkan bukti kesalahan. Dan sejauh ini tidak ada bukti. Hanya kabar angin,” tambahnya.

Editor: Agni Vidya Perdana

Sumber: AFP

Copyright Kompas.com

Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Pos terkait