Pedemo Hong Kong Kembali Abaikan Peringatan Polisi

  • Whatsapp
Pedemo Hong Kong Kembali Abaikan Peringatan Polisi
Pedemo Hong Kong Kembali Abaikan Peringatan Polisi

Hong Kong: Ribuan pedemo kembali mengabaikan pengatan polisi dan turun ke jalanan Hong Kong, Minggu 28 Juli 2019. Sebagian demontran mengenakan pakaian hitam serta membawa payung berwarna sama, sembari meneriakkan slogan anti-polisi di sepanjang distrik bisnis di Hong Kong.

Izin telah diberikan untuk aksi unjuk rasa di Chater Garden. Namun polisi melarang para demonstran untuk menyuarakan pendapat mereka di luar area tersebut.

Muat Lebih

Loading...

Dikutip dari laman BBC, sejumlah pengunjuk rasa mengabaikan peringatan tersebut dan melangkah keluar dari Chater Garden. Mereka berjalan dari distrik bisnis di Central menuju Causeway Bay, sebuah area perbelanjaan.

Sebagian demonstran ada yang bergerak ke arah barat menuju Sheung Wan, tempat beberapa kantor perwakilan Tiongkok berdiri. Ada juga yang berjalan menuju Wan Chai, lokasi berdirinya markas besar kepolisian Hong Kong.

Saat berpawai, sejumlah demonstran meneriakkan slogan “rebut kembali Hong Kong” dan juga “revolusi di era sekarang.” Terdapat pula spanduk bertuliskan, “akhiri aksi kekerasan.”

Sabtu 27 Juli kemarin, polisi menembakkan peluru karet dan gas air mata untuk membubarkan aksi protes di Yuen Long. Aksi itu merupakan respons pedemo atas kejadian pekan lalu, saat sekelompok pria bertopeng menyerang pengunjuk rasa pro-demonstrasi di Yuen Long.

Massa menuduh polisi Hong Kong lamban dalam merespons penyerangan di Yuen Long. Beberapa dari mereka bahkan menuduh aparat keamanan Hong Kong bekerja sama dengan sekelompok pria bertopeng itu. Polisi dengan tegas membantahnya.

Sejauh ini, Hong Kong telah dilanda gelombang aksi unjuk rasa yang berlangsung selama delapan pekan berturut-turut.

Aksi protes awalnya dipicu penentangan terhadap Rancangan Undang-Undang Ekstradisi. Namun saat proses pengesahan RUU Ekstradisi dihentikan, demonstrasi masih berlangsung hingga saat ini.

Pedemo kini menuntut berbagai hal di luar RUU Ekstradisi, termasuk mendesak pengunduran diri pemimpin Hong Kong Carrie Lam.

Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Loading...

Pos terkait