Menteri Malaysia Tuding Importir Sampah Plastik Pengkhianat

  • Whatsapp
Menteri Malaysia Tuding Importir Sampah Plastik Pengkhianat
Menteri Malaysia Tuding Importir Sampah Plastik Pengkhianat

Mantapps.com, Kuala Lumpur – Pemerintah Malaysia bakal mengembalikan sekitar 3 ribu ton sampah ke negara asal.

Muat Lebih

Menteri Lingkungan Hidup dan Teknologi Malaysia, Yeo Bee Yin, mengatakan orang dan perusahaan yang mengimpor sampah dari negara lain sebagai pengkhianat negara.

Yeo mengatakan ada 60 kontainer sampah yang akan dikirim kembali ke negara asal. Negara asal ini seperti Bangladesh, Amerika Serikat, Jepang, Prancis, Kanada, Australia, dan Inggris.

“Kontainer berisi sampah ini dibawa masuk secara ilegal ke Malaysia dengan memalsukan informasi. Ini melanggar UU Lingkungan Hidup,” kata Yeo saat menginspeksi kontainer sampah ini di Port Klang seperti dilansir Channel News Asia pada Selasa, 28 Mei 2019.

Yeo melanjutkan,”Setiap kontainer sampah yang diimpor ke sini melibatkan pemain lokal. Jika tidak, mereka tidak bisa mengekspornya ke sini. Itu sebabnya saya menyebut mereka sebagai pengkhianat.”

© Copyright (c) 2016 Mantapps.com
foto
Saat ditanya siapa saja para pelaku lokal yang terlibat mengimpor sampah ini, Yeo mengaku tidak bisa menyebutkan namanya. Dia beralasan kasus ini masih dalam proses investigasi. Dia menegaskan para pelaku akan diproses secara hukum.

Malaysia menjadi negara utama tujuan ekspor sampah plastik pada 2018. Ini terjadi setelah Cina melarang impor berbagai jenis sampah, yang mengakibatkan lalu lintas sekitar 7 juta ton sampah terganggu.

Malaysia mengalami pertumbuhan pabrik pengolahan limbah, yang banyak diantaranya tidak memiliki izin. Masyarakat mengeluhkan masalah yang ditimbulkan oleh limbah ini.

Kasus yang dialami Malaysia ini mirip dengan Filipina. Seperti dilansir Reuters, Presiden Rodrigo Duterte mengancam akan mengembalikan kontainer berisi sampah plastik dari Kanada sebanyak 69 unit. Dia mengatakan akan meninggalkan kontainer itu di wilayah perbatasan Kanada jika pemerintahan PM Justin Trudeau tidak mau menerimanya.

Pemerintah Kanada beralasan ekspor sampah ke Filipina pada 2013 – 2014 merupakan transaksi komersil tanpa persetujuan pemerintah.

Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Pos terkait