Maskapai Meksiko Tawarkan Penerbangan 1 Dollar Bagi Migran yang Ingin Pulang

  • Whatsapp
Maskapai Meksiko Tawarkan Penerbangan 1 Dollar Bagi Migran yang Ingin Pulang
Maskapai Meksiko Tawarkan Penerbangan 1 Dollar Bagi Migran Yang Ingin Pulang

© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media
Maskapai penerbangan Meksiko, Volaris. SHUTTERSTOCK

MEXICO CITY, Mantapps.com – Sebuah maskapai penerbangan Meksiko menawarkan penerbangan supermurah bagi para migran ilegal yang hendak pulang ke negaranya.

Muat Lebih

Maskapai penerbangan Volaris, pada Kamis (20/6/2019), mengumumkan program “Reuniting Families” yang bertujuan untuk membantu pemulangan migran yang berasal dari Amerika Tengah.

Melalui program tersebut, migran tanpa dokumen resmi yang memutuskan untuk kembali hanya akan dikenai biaya sebesar satu dollar AS atau sekitar Rp 14.000 ditambah pajak, dan sudah akan mendapat tiket penerbangan.

Dilansir AFP, program tersebut berlaku hingga 30 Juni mendatang dengan tujuan negara Kosta Rika, El Salvador, dan Guatemala.

Pesawat yang akan membawa para migran tersebut akan diberangkatkan dari bandara di Tijuana dan Cuidad Juarez, yang dekat dengan perbatasan Meksiko-AS, atau dari bandara di Guadalajara dan Mexico City.

Bagi migran dewasa yang hendak kembali dapat mengikuti program penerbangan murah ini dengan menunjukkan dokumen identifikasi nasional, sementara anak-anak harus menunjukkan paspor atau akta kelahiran.

Setelahnya, calon penumpang harus bersedia untuk berangkat di kursi yang tersedia untuk mendapat keuntungan dari tarif supermurah tersebut.

“Dengan cara ini, Volaris telah mendukung komitmennya untuk menyatukan kembali keluarga dan berkolaborasi menawarkan solusi alternatif terhadap fenomena imigrasi yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir,” kata pernyataan perusahaan penerbangan.

Ini bukan kali pertama maskapai ini mengadakan program kampanye promosi dalam masalah imigrasi.

Tahun lalu, maskapai Volaris telah menawarkan penerbangan gratis bagi keluarga migran yang dipisahkan oleh kebijakan toleransi nol milik AS terhapada migran ilegal.

Sejak akhir 2018, ribuan migran Amerika Tengah telah melarikan diri dari kemiskinan, tindak kejahatan, dan kekerasan di negara mereka dengan membentuk karavan yang bergerak bersama-sama ke utara, menuju perbatasan AS, dengan harapan akan mendapatkan suaka.

Gelombang migran asal Amerika Tengah yang menuju AS melalui Meksiko telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir setelah Presiden Andres Manuel Lopez Obrador menjalankan kebijakan imigrasi yang lebih fleksibel.

Namun hal itu menyebabkan ketegangan Meksiko dengan AS meningkat dan Presiden Donald Trump mengancam bakal mengenakan tarif impor yang tinggi terhadap Meksiko jika tidak mengambil tindakan terhadap gelombang migran ilegal.

Editor: Agni Vidya Perdana

Sumber: AFP

Copyright Kompas.com

Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Pos terkait