London Butuh Wali Kota Baru

  • Whatsapp
London Butuh Wali Kota Baru
London Butuh Wali Kota Baru

© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) dan Wali Kota London Sadiq Khan. via Sky News

WASHINGTON, Mantapps.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melancarkan “serangan” terhadap Wali Kota London, Sadiq Khan, dalam twitnya yang menyerukan agar wali kota itu segera diganti.

Muat Lebih

“London memutuhkan wali kota baru secepatnya. Khan adalah bencana – hanya akan bertambah buruk,” tulis Trump yang mengaitkannya dengan twit tentang penusukan di London.

Namun Trump melampirkan twitnya dengan twit dari Katie Hopkins, seorang kolumnis sayap kanan yang kerap dituduh Islamofobia dan pada 2015 silam sempat menyebut para migran sama seperti kecoak.

Dalam twit yang dikaitkan Trump, Hopkins menuliskan tentang insiden kriminal di London dalam 24 jam terakhir yang menyebabkan dua orang tewas akibat ditusuk, seorang tewas karena ditembak, dan tiga orang lainnya luka akibat penusukan.

Ini menjadi serangan twit yang kesekian kalinya dilakukan Trump terhadap wali kota London, setelah sebelumnya presiden berusia 72 tahun itu menyebut Khan sebagai pecundang menjelang kunjungannya ke Inggris.

Trump mulai menyerang Khan setelah wali kota London untuk mengkritik perlakuan pemerintah Inggris dalam menyambut presiden AS itu yang sampai menggelar karpet merah.

Membalas komentar sang wali kota, Trump pun berkomentar dan mengatakan agar Khan lebih fokus pada tugasnya sebagai wali kota dan mengatasi kejahatan di London.

Khan, wali kota Muslim pertama di London, memang dikenal bukan sebagai pendukung Trump sebagai presiden AS. Dia pernah menulis artikel di sebuah surat kabar di mana dia membandingkan pemimpin AS itu dengan para diktator Eropa pada era 1930-an dan 1940-an.

Khan yang pada saat itu masih menjadi juru bicara wali kota, menyebut Trump yang gemar membuat pernyataan di Twitter sebagai sosok yang “kekanak-kanakan” dan “tidak pantas” untuk menjadi presiden AS.

Sementara dalam kunjungan pertamanya ke Inggris pada Juli tahun lalu, Trump menuding Khan telah melakukan pekerjaan yang sangat buruk terhadap terorisme dan menghubungkan tingginya imigrasi dengan kejahatan mematikan di London.

Lebih ke belakang, perseteruan antara Trump dengan Khan bermula saat Khan, yang memiliki darah Pakistan, mengkritik kebijakan presiden AS yang melarang orang-orang dari negara-negara Muslim tertentu untuk masuk ke negaranya.

Editor: Agni Vidya Perdana

Sumber: AFP

Copyright Kompas.com

Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Pos terkait