Kapal Perang AS Masuk ke Selat Taiwan, China Marah

  • Whatsapp
Kapal Perang AS Masuk ke Selat Taiwan, China Marah
Kapal Perang As Masuk Ke Selat Taiwan, China Marah

© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media
Foto ini memperlihatkan kapal perang USS Preble menembakkan rudal Tomahawk dalam sebuah latihan di perairan California pada 29 September 2010. Woody PASCHALL / US NAVY / AFP

BEIJING, Mantapps.com – China menyatakan telah melayangkan nota protes setelah dua kapal persng Amerika Serikat memasuki Selat Taiwan di tengah tensi dua negara yang memanas.

Muat Lebih

Angkatan Laut AS menyatakan kapal perusak USS Preble dan kapal logistik USNS Walter S Diehl melakukan transit rutin “sesuai dengan hukum internasional” Rabu (22/5/2019).

Dilansir AFP Kamis (23/5/2019), berlabuhnya dua kapal itu merupakan komitmen AS dalam memastikan kawasan Indo-Pasifik yang bebas serta terbuka, demikian pernyataan AL.

“Angkatan Laut AS bakal terus melanjutkan operasi penerbangan dan pelayaran di mana pun selama diperbolehkan oleh peraturan internasional,” ujar militer.

Langkah kapal perang AS yang melaksanakan latihan “navigasi bebas” di perairan sempit yang memisahkan China daratan dan Taiwan sering memantik amarah Beijing.

Pun dengan transitnya dua kapal perang itu, China menyatakan setiap kapal yang melewati selat itu merupakan bentuk pelanggaran terhadap kedaulatan mereka.

Adapun bagi AS dan sekutunya, perairan di Selat Taiwan merupakan kawasan internasional yang tentu saja terbuka bagi negara mana pun di dunia ini.

“Kami telah mengajukan protes serius melalui perwakilan kami yang ada di AS,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri China Lu Kang di konferensi pers.

Pelayaran itu terjadi di tengah ketegangan dua negara karena perang dagang dan upaya Washington mengadang raksasa telekomunikasi China Huawei karena masalah keamanan.

Berlabuhnya dua kapal perang itu juga terjadi setelah AS menggelar latihan gabungan bersama Jepang, Korea Selatan, dan Australia bertajuk Pacific Vanguard.

Latihan itu bakal digelar di dekat Guam, dan melibatkan sekitar 3.000 pelaut dari empat negara yang berfokus antara lain perang anti-kapal selam dan operasi kontra-serangan udara.

April lalu, China marah dan mengerahkan angkatan lautnya untuk menangkal kapal perang Perancis yang berada di Selat Taiwan, dengan Beijing melayangkan nota protes.

China masih menganggap Taiwan sebagai bagian dari teritorinya yang harus dipersatukan kembali meski dua wilayah itu sudah terpisah sejak berakhirnya perang sipil pada 1949.

Secara diplomatik, Gedung Putih mengakui China. Namun, mereka masih menjalin relasi dengan Taipei yang diperlihatkan melalui kerja sama di bidang militer.

Editor: Ardi Priyatno Utomo

Sumber: AFP

Copyright Kompas.com

Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Pos terkait