Iran Gagal Sita Kapal Tanker Inggris

  • Whatsapp
Iran Gagal Sita Kapal Tanker Inggris
Iran Gagal Sita Kapal Tanker Inggris

Teheran: Kapal Iran dikabarkan mencoba menyita kapal tanker minyak Inggris di Selat Hormuz. Namun upaya itu berhasil digagalkan.

“Lima kapal yang diyakini milik pasukan Garda Revolusi Iran mendekati sebuah kapal tanker minyak Inggris di Teluk pada Rabu 10 Juli dan memintanya untuk berhenti di perairan dekat Iran.

Muat Lebih

Loading...

Tetapi kelima kapal itu mundur setelah kapal perang Inggris memperingatkan mereka melalui radio,” ujar seorang pernyataan pejabat Militer Amerika Serikat yang mengetahui kejadian itu, seperti dikutip CNN, Kamis, 11 Juli 2019.

Kini kapal tanker minyak Inggris itu sedang berlindung di lepas pantai Arab Saudi. British Heritage, yang dimiliki oleh BP Shipping dan terdaftar di Isle of Man, dijadwalkan untuk berlabuh di Kota Basra di Irak pada akhir pekan tetapi terpaksa putar arah.

Kapal berbendera Inggris, mampu menampung lebih dari satu juta barel minyak, dikontrak oleh Royal Dutch Shell untuk mengumpulkan muatannya dan mengirimkannya ke Eropa barat laut, tetapi perintah itu dibatalkan.

Insiden ini merupakan balasan dari Iran, ketika kapal tanker berisi minyak mentah mereka, Grace 1 disita oleh pihak Inggris Kamis pekan lalu.  Iran menyebut penyitaan itu sebagai ‘tindakan mengancam yang tidak akan ditoleransi’

Seorang komandan pasukan Garda Revolusi Iran mengindikasikan sebuah kapal Inggris akan ditahan sebagai pembalasan.

Pihak Kerajaan Inggris kapal tanker Iran itu di Gibraltar karena dicurigai menentang sanksi Uni Eropa untuk membawa minyak ke Suriah, di mana pemerintah Presiden Bashar Assad adalah sekutu Teheran. Iran membantah kapal itu menuju ke kilang Banyas.

Carl Bildt, wakil ketua Dewan Eropa untuk Hubungan Luar Negeri, mempertanyakan legalitas langkah UK: “Orang mengacu pada sanksi Uni Eropa terhadap Suriah, tetapi Iran bukan anggota Uni Eropa. Dan Uni Eropa sebagai prinsip tidak menjatuhkan sanksi kepada orang lain, “tweetnya. “Itulah yang dilakukan A.S.”

Mohammad Javad Zarif, menteri luar negeri Iran, menanggapi dengan satu kata: “Tepat.”

Ketegangan telah meningkat di Selat Hormuz, yang melaluinya sepertiga minyak laut dunia bergerak, menambah kekhawatiran bagi pasar minyak global.

Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Loading...

Pos terkait