Diduga Alami KDRT, Istri Emir Dubai Kabur dan Cari Suaka ke Inggris

  • Whatsapp
Diduga Alami KDRT, Istri Emir Dubai Kabur dan Cari Suaka ke Inggris
Diduga Alami Kdrt, Istri Emir Dubai Kabur Dan Cari Suaka Ke Inggris

LONDON, Mantapps.com – Putri Haya, istri dari penguasa Dubai, Syekh Mohammed bin Rashid al-Maktoum, dilaporkan telah melarikan diri dari Uni Emirat Arab, diduga mengalami tindakan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Putri Haya, yang merupakan saudara tiri dari Raja Yordania, juga dilaporkan telah mengupayakan langkah hukum untuk melawan suaminya, yang merupakan Emir Dubai, di pengadilan Inggris.

Muat Lebih

Loading...

Dilansir The New Arab, Putri Haya disebut telah melaporkan Syekh Mohammed ke pengadilan tinggi di London setelah melarikan diri dari suaminya yang diduga telah bertindak kasar.

Putri kerajaan Yordania itu juga telah mengajukan permohonan suaka ke Inggris, di mana dirinya memiliki hubungan baik dengan otoritas setempat, serta memiliki rumah senilai 85 juta poundsterling (sekitar Rp 1,5 triliun) di dekat Istana Kensington, demikian diberitakan The Guardian.

Pada Jumat (28/6/2019), kelompok advokasi, Detained in Dubai, mengatakan bahwa Putri Haya telah melarikan diri dari suaminya yang kasar.

CEO Detained in Dubai, Radha Stirling, mengatakan bahwa mereka telah menerima laporan dari sumber-sumber yang dekat dengan pemerintah Yordania maupun UEA, yang menyatakan bahwa Putri Haya melarikan diri ke Jerman.

“Sebelumnya kita tahu, Putri Latifa, putri Syekh Mohammed, telah melarikan diri dari UEA untuk mencari suaka dan menuduh mendapat pelecehan dari ayahnya.”

“Kini, Putri Haya, istri Syekh Mohammed, juga telah melarikan diri dari negara itu dan mencari perlindungan di Jerman,” kata Stirling.

Sang putri, yang menikah dengan al-Maktoum pada 2004, dilaporkan melarikan diri bersama putranya Zayed (7) dan putrinya, Al Jalila (11), dan diduga berusaha untuk dapat pindah ke London, menurut The Daily Beast.

Rumor pelarian Putri Haya pertama kali disiarkan oleh situs Emirates Leaks, pada 23 Juni lalu, yang menyebut putri kerajaan Yordania itu melarikan diri dengan bantuan seorang diplomat Jerman. Pihak berwenang Jerman belum mengkonfirmasi klaim tersebut.

Pihak Emirat Dubai disebut telah membuat permintaan pribadi untuk pemulangan anggota kerajaan yang melarikan diri itu ke UEA, meskipun Kantor Luar Negeri Inggris sedang menangani kasus ini sebagai perselisihan pribadi.

“Sang putri diyakini merasa khawatir tentang keselamatan pribadinya di Inggris,” lapor The Guardian.

Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Loading...

Pos terkait