Bos Budak Seks ISIS Bantu CIA Temukan Lokasi Persembunyian Baghdadi

  • Whatsapp
Bos Budak Seks ISIS Bantu CIA Temukan Lokasi Persembunyian Baghdadi
Bos Budak Seks Isis Bantu Cia Temukan Lokasi Persembunyian Baghdadi

© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media
Potongan video berdurasi 18 menit memperlihatkan seorang pria yang diyakini sebagai Pemimpin Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) Abu Bakar al-Baghdadi. via The Independent

ERBIL, Mantapps.com – Seorang anggota senior Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) menjadi sosok kunci perburuan otoritas terhadap pemimpin ISIS, Abu Bakar al-Baghdadi.

Muat Lebih

Nisrine Assad Ibrahim, dikenal juga sebagai Umm Sayyaf, membantu Dinas Intelijen Pusat AS (CIA) dan pasukan Kurdi dalam melacak jejak persembunyian Baghdadi.

Diwartakan Daily Mirror Minggu (2/6/2019), Umm Sayyaf diyakini memberikan lokasi persembunyian Baghdadi di Mosul, kota di mana Baghdadi mendeklarasikan “kekhalifahan” ISIS.

Kepada penyelidik, Umm Sayyaf memprediksi Baghdadi kemungkinan bersembunyi di Qaim atau Bukamal karena dia merasa bakal aman di Irak daripada Suriah.

Pakar pertahanan mengemukakan, Umm Sayyaf berhubungan dengan pejabat AS dan memberitahukan nama, lokasi, dan detil percakapan di antara para petinggi ISIS.

Kabar itu dibenarkan oleh Umm Sayyaf dalam wawancara dengan The Guardian. Penampilan perdananya sejak ditangkap empat tahun silam oleh Delta Force.di Suriah.

Dia mengisahkan pada 2016, dia sempat menyebut ada sebuah rumah di Mosul di mana Baghdadi diyakini bersembunyi. Namun menurut sumber Kurdi, komandan AS tak meminta serangan udara.

Alasannya saat itu selain langit Irak tengah penuh aktivitas pada malam itu, dia juga takut jika serangan itu mengenai warga sipil demi membuktikan keberadaan Baghdadi.

“Saya tahu dia bakal berada di rumah itu. Sebab, rumah itu adalah salah satu lokasi persembunyian yang disediakan baginya, dan dia juga menyukainya,” terangnya.

Keyakinan akan informasi Umm Sayyaf terjadi karena dia merupakan istri Fathi Ben Awn Ben Jildi Murad al-Tunis, atau dikenal juga sebagai Abu Sayyaf.

Sayyaf merupakan rekan karib Baghdadi sekaligus penyandang dana ISIS. Status itu membuat Umm Sayyaf mengaku mempunyai akses untuk dengan bertemu Baghdadi.

Dia mengaku pernah hadir ketika Baghdadi merekam audio propaganda di rumah mereka. Baghdadi, kata Sayyaf, sering merekamnya di ruang tamu di rumah mereka di Taji.

“Suami saya saat itu merupakan kepala media ISIS. Jadi Baghdadi sering mengunjungi kami,” kata perempuan 29 tahun yang disebut sebagai pengelola jaringan budak seks ISIS.

Ketika pertama kali ditangkap dalam penyerbuan 2015, perempuan yang dijatuhi hukuman mati di Erbil, Irak itu menolak buka mulut, dan baru melakukannya pada awal 2016.

Pejabat intelijen Kurdi mengatakan, keterangan Umm Sayyaf memberikan mereka gambaran utuh mengenai struktur keluarga Baghdadi dan orang-orang yang penting baginya.

“Dia mengidentifikasi banyak orang dan tanggung jawab mereka. Kami memahami tentang perang istri bagi petinggi ISIS, dan itu sangat berguna bagi kami,” katanya.

Meski kolaborator yang baik, status hukuman matinya tak akan berubah. Apalagi dia dianggap bertanggung jawab atas kematian tawanan AS Kayla Mueller.

Pengacara HAM Amal Clooney meminta Umm Sayyaf dipindahkan ke AS untuk menghadapi tuntutan kejahatan Umm Sayyaf terhadap Mueller dan perempuan minoritas Yazidi.

Kepada Dewan Keamanan PBB April lalu, istri aktor George Clooney itu menuturkan perempuan Yazidi mengalami kekerasan seksual dengan diperkosa anggota ISIS.

Amal mengungkapkan Umm Sayyaf tidak menunjukkan solidaritas kepada korban. Umm Sayyaf disebut mengunci korban di kamar dan membiarkan penganiayaan terhadap mereka.

“Dia memberikan makeup kepada para korban sebelum ‘mempersiapkan’ mereka untuk diperkosa. Karena itu, saya meminta dia dipindahkan ke AS untuk menghadapi kejahatannya,” tegas Amal.

Mueller dilaporkan meninggal di Raqqa pada Februari 2015. Namun, Umm Sayyaf membantah tuduhan tersebut dan mengatakan perbuatan Baghdadi tak ada kaitannya dengan dia.

Editor: Ardi Priyatno Utomo

Sumber: The Guardian,Daily Mirror

Copyright Kompas.com

Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Pos terkait