Bakteri Mematikan Ditemukan di Burung Camar di Australia

  • Whatsapp
Bakteri Mematikan Ditemukan di Burung Camar di Australia
Bakteri Mematikan Ditemukan Di Burung Camar Di Australia

Burung camar perak di Australia dianggap membahayakan. Unggas tersebut terbukti ‘membawa’ bakteri patogen mematikan yakni E. coli.

Bakteri E.coli dianggap mematikan karena resisten terhadap obat-obatan.

Muat Lebih

Hasil penelitian dari Universitas Murdoch, Perth, sebanyak 20 persen populasi burung camar telah menjadi ‘pembawa’ bakteri yang dapat menyebabkan infeksi saluran kemih, sepsis, dan juga meningitis itu.

© Disediakan oleh PT. Dynamo Media Network

“Apa yang kami temukan adalah, terlepas dari keadaannya, populasi camar di Australia membawa bakteri resisten yang menyebabkan infeksi pada manusia,” kata dosen penyakit hewan dan penyakit menular sekaligus pimpinan penelitian tersebut, Sam Abraham, dikutip dari South China Morning Post, Rabu (10/7).

“Bakteri ini resisten terhadap obat-obatan, di situlah masalah awal kita,” katanya.

Penelitian yang dilakukan Abraham terhadap burung camar perak itu melibatkan sejumlah ilmuwan. Mereka memeriksa kotoran dari 562 burung camar perak yang dijadikan sampel pada tahun 2015- 2017.

Hasil penelitian menunjukkan di beberapa kotoran burung camar terdapat bakteri yang kebal terhadap obat-obatan seperti karbapenem dan colistin.

Ahli virologi veteriner dari universitas yang sama Mark O’Dea memperingatkan bahwa bakteri bisa menyebar ke manusia jika mereka tidak sengaja menyentuh mulut atau kotoran burung camar.

Risiko untuk terpapar dapat dihilangkan dengan cara rajin mencuci tangan dan juga menjaga kebersihan.

Burung-burung ini, diduga terpapar bakteri ketika mencari makan di pabrik pengolahan limbah atau tempat sampah yang diisi dengan popok kotor.

Di Australia, setiap harinya sebanyak 3,75 juta limbah popok sekali pakai dilempar ke pembuangan sampah.

“Saya pikir itu adalah peringatan untuk semua pemerintah dan berbagai lembaga, seperti pengolahan air dan limbah, untuk bekerja dengan baik secara kolaboratif untuk mengatasi masalah ini,” kata Abraham.

Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Pos terkait