Apa Itu Satu Negara Dua Sistem di Hong Kong?

  • Whatsapp
Apa Itu Satu Negara Dua Sistem di Hong Kong?
Apa Itu Satu Negara Dua Sistem Di Hong Kong?

Hampir satu bulan Hong Kong diwarnai dengan aksi demonstrasi oleh ratusan ribu warganya dari berbagai lapisan. Mereka yang berunjuk rasa berupaya mendesak pemerintah untuk tidak melanjutkan pembahasan Rancangan UU Ekstradisi.

Aksi protes hampir berlangsung di setiap pekannya demi menentang UU yang memungkinkan pelaku kriminal di Hong Kong diadili di China itu. Tidak seperti induk negaranya — China– Hong Kong memberi keleluasaan untuk warganya menyuarakan pendapatnya lewat demonstrasi.

Muat Lebih

Loading...

Hal ini disebabkan karena Hong Kong menerapkan kebijakan one country, two systems atau satu negara, dua sistem. Lewat kebijakan ini, rakyat Hong Kong diberi kemewahan untuk menggelar aksi protes, mengkritik pemerintah, hingga kebebasan media.

© Disediakan oleh PT. Dynamo Media Network

Untuk mengetahui lebih jelas soal sistem tersebut, kumparan mengulasnya dalam format yang lebih mudah untuk Anda.

Sebenarnya, apa sih yang dimaksud dengan kebijakan satu sistem dua negara di Hong Kong?

Kebijakan satu negara dua sistem adalah kebijakan politik yang dicetuskan pertama kali oleh pemimpin China, Deng Xiaoping, pada tahun 1987.

Kebijakan ini sebenarnya merupakan dasar penawaran dari Deng Xiaoping kepada Inggris untuk mengembalikan Hong Kong kepada China di tahun 1997. Hong Kong merupakan salah satu negara jajahan Inggris sejak tahun 1841.

Konsep satu negara, dua sistem di Hong Kong pada dasarnya hampir sama dengan otonomi daerah di Indonesia. Hong Kong diperkenankan dan diberikan otoritas untuk memerintah negaranya sendiri di tiga teritori, yakni eksekutif, legislatif, dan yudikatif.

Akan tetapi, kontrol pemerintahan untuk kebijakan luar negeri dan pertahanan berada di bawah kuasa China.

Jadi bisa dikatakan Hong Kong adalah wilayah semi-otonom?

Betul. Makannya, Hong Kong memiliki sistem negaranya sendiri berbeda meski telah bersatu dengan China pada tahun 1997.

Dalam praktiknya, Hong Kong memiliki kepala negara dan parlemennya sendiri.

Hong Kong juga memiliki bendera yang berbeda dengan China, mata uangnya sendiri yakni Hong Kong Dolar (HKD), dan paspor khusus untuk warganya.

Bahkan, sistem berkendara di Hong Kong pun berbeda dengan China. Hong Kong mengikuti Inggris yang mengatur pengemudi untuk mengendarai kendaraannya di lajur kiri.

Hong Kong juga memiliki kepolisian sendiri, namun tidak dengan tentara. Sebab, urusan pertahanan otoritas sepenuhnya berada China.

Jadi, itu sebabnya demonstrasi di Hong Kong diperbolehkan tidak seperti di China?

Yup, kota berpenduduk 7,3 juta ini memiliki undang-undang sendiri sehingga penduduknya bisa menikmati kebebasan sipil yang tidak tersedia bagi rekan senegara mereka di China daratan.

Di wilayah semi-otonom Hong Kong, rakyat punya kebebasan lebih banyak dalam menggelar aksi protes, mengkritik pemerintah, hingga kebebasan media. Hal-hal tersebut adalah kemewahan di China.

Merujuk pada hukum dasar antara Hong Kong dan China pada tahun 1997, China menjanjikan bahwa sampai dengan 50 tahun Hong Kong akan menikmati kebebasan tersebut. Kebijakan satu negara, dua sistem, akan kedaluwarsa pada tahun 2047.

Lalu, kira-kira apa yang terjadi pada Hong Kong setelah tahun 2047?

Ada dua kemungkinan. Pertama, Hong Kong bisa sepenuhnya jadi negara yang mandiri dan merdeka seutuhnya dari China.

Atau kedua, Hong Kong bisa menjadi wilayah yang sistem pemerintahannya mengikuti China secara utuh.

Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Loading...

Pos terkait