Aksi Protes Menanti Trump di Texas dan Ohio

  • Whatsapp
Aksi Protes Menanti Trump di Texas dan Ohio
Aksi Protes Menanti Trump Di Texas Dan Ohio

Washington: Presiden Amerika Serikat Donald Trump terbang menuju lokasi dua penembakan massal di Ohio dan Texas hari ini, Rabu 7 Agustus 2019. Namun, aksi protes telah menanti kedatangan Trump, yang dinilai sejumlah pihak turut berkontribusi atas terjadinya dua penembakan massal tersebut.

Dua penembakan massal di Texas dan Ohio telah menewaskan 31 orang, yang terjadi hanya dalam kurun waktu 24 jam pada akhir pekan kemarin. Sebanyak 22 orang tewas dalam penembakan di El Paso Texas, dan sembilan lainnya di Dayton, Ohio.

Muat Lebih

Loading...

“Kunjungan ini bertujuan mengenang para korban, menenangkan masyarakat dan berterima kasih kepada para petugas atas aksi heroik mereka,” kata juru bicara Gedung Putih Stephani Grisham di Twitter, dikutip dari AFP.

Terkait penembakan di El Paso, Trump dituduh turut berperan karena sering melontarkan retorika anti-imigran. Pelaku penembakan di El Paso diketahui memiliki sebuah manifesto yang berisi ungkapan kebencian terhadap imigran.

Dalam pemberhentian pertama Trump di Dayton, Wali Kota Nan Whaley dari Partai Demokrat berjanji akan memberikan sambutan yang tidak hangat terhadap petahana. Ia berencana mengatakan kepada Trump bahwa sang presiden “sama sekali tidak membantu” mengatasi masalah penembakan massal di AS.

“Masyarakat perlu bersuara dan berkata dengan lantang bahwa mereka tidak senang dengan situasi saat ini,” kata Whaley kepada awak media pada Selasa 6 Agustus.

Di El Paso, anggota kongres Veronica Escobar yang juga berasal dari Demokrat mengaku tidak akan menyambut kedatangan Trump. “Dari perspektif saya, warga (El Paso) tidak menginginkan kedatangannya. Sebaiknya dia tidak datang ke sini,” sebut Escobar dalam program MSNBC.

Bahkan Wali Kota El Paso yang berasal dari Partai Republik pun mengaku tidak antusias menyambut kedatangan Trump. Ia mengaku hanya akan menyambut Trump dalam “kapasitasnya sebagai aparatur negara.”

Sebelumnya, Trump secara tak terduga mengecam “rasisme dan supremasi kulit putih” dalam pidatonya di Gedung Putih terkait dua penembakan massal. “Negara kita harus mengecam rasisme, fanatisme dan supremasi (kulit) putih,” kata Trump.

Kala itu, Trump tidak mengungkapkan dua ide yang sempat dituliskan di Twitter, beberapa jam sebelum naik podium. Kedua ide itu adalah memperketat pemeriksaan latar belakang calon pembeli senjata api dan juga mengaitkan reformasi kontrol senjata dengan aturan keimigrasian.

Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Loading...

Pos terkait