Terlalu Sering Lihat Darah & Potongan Tubuh, Seorang Developer Mortal Kombat 11 Terkena PTSD

  • Whatsapp
Terlalu Sering Lihat Darah & Potongan Tubuh, Seorang Developer Mortal Kombat 11 Terkena PTSD

Tentu sudah jadi rahasia umum bila Mortal Kombat jadi sebuah franchise game fighting penuh kekerasan yang sangat eksplisit. Melalui seri terbarunya – Mortal Kombat 11, game tersebut mampu menampilkan berbagai adegan kekerasan yang jauh lebih brutal dibanding seri-seri sebelumnya.

Nulis artikel dibayar

Meskipun tak rilis di Indonesia, Ukraina, & Jepang, Mortal Kombat 11 tetap mampu menuai angka penjualan yang tetap tinggi. Namun dibalik kesuksesannya tersebut, ternyata NetherRealm Studios selaku tim developer dari Mortal Kombat 11 menyimpan cerita sedih dibelakang layar.

Berbicara dengan Kotaku, seorang developer dari NetherRealm Studios yang tak disebutkan identitasnya telah mengalami PTSD (Post-traumatic stress disorder). Selalu melihat animasi darah dan potongan tubuh di tahap pengembangan, karyawan tersebut selalu terbayang-bayang dengan berbagai animasi brutal yang ia lihat, ia bahkan sering kali sampai tak bisa tertidur lelap.

Penuh darah & potongan tubuh, Mortal Kombat 11 berikan dampak buruk bagi kesehatan psikis salah satu developernya.

“Aku sering kali bermimpi buruk tentang hal tersebut, aku bahkan tak mau sampai tertidur, jadi aku membuat diriku selalu terbangun sepanjang waktu” ujarnya. PTSD sendiri merupakan kondisi mental di mana penderita mengalami serangan panik yang dipicu oleh trauma pengalaman masa lalu. Dalam kasus ini, karyawan NeherRealms Studios tersebut mengalami trauma pasca terlalu sering melihat kekerasan eksplisit yang terkandung dalam Mortal Kombat 11.

Mortal Kombat 11 sendiri telah dirilis pada tanggal 23 April lalu, untuk PC, PlayStation 4, Xbox One, & Switch, kalian dapat membaca review game tersebut melalui link berikut. Bagaimana menurut kalian sendiri? apakah Mortal Kombat 11 benar-benar tampil sebagai seri Mortal Kombat terbrutal sejauh ini?


Baca juga berita atau artikel menarik lainnya dari Author.

Contact: erenhartd@gamebrott.com



Klik disini untuk masuk ke sumber berita

Pos terkait