Dosen Kalsel Ungkap Aplikasi Michat Marak Praktik Prostitusi, Ada Aplikasi Chat Khusus

  • Whatsapp
Dosen Kalsel Ungkap Aplikasi Michat Marak Praktik Prostitusi, Ada Aplikasi Chat Khusus

Mantapps.com,BANJARMASIN – Michat, aplikasi chatting ini memiliki fitur people nearby memudahkan tambah teman baru di lokasi terdekat.

Selain fitur people nearby, aplikasi besutan Michat PTE Limited ini juga memiliki fitur menarik lainnya. Sayangnya, kesan pertama dari aplikasi ini selalu langsung dicap prostitusi.

Aplikasi ini dirilis April 2018. Ukuran aplikasi ini cukup ringan. MiChat sempat menempati kategori Gratis Teratas Komunikasi di Google Play Store dan mendapat rating 3+.

Sebelum melangkah ke sisi gelap Michat, reporter banjarmasinpost.co.id meminta tanggapan dari seorang pakar, walau bagaimanapun aplikasi ini bagus dan bermanfaat jika difungsikan secara baik dan bertanggungjawab.

“Michat muncul lewat iklan-iklan yang agak maksa diawalnya. Bahkan aplikasi ini banyak di sematkan permanen di beberapa handphone china. Ini menunjukkan ada strategi dagang tertentu dari negara pemroduksi handphone dan pemilik aplikasi tersebut,” ucap Dosen TI Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban), Pakar IT Poliban Agus Setiyo Budi N,ST, M.Kom.

Baca: Wajah Aneh Putri Ahok BTP dan Veronica Tan Saat Momen Mothers Day, Cek Bedanya dengan Nicholas Sean

Dikatakannya lebih lanjut, kesan pertama michat dia tidak tertarik. Hingga saat inipun dia tidak pernah memakai aplikasi tersebut. Dia ceritakan pengalaman, pernah saat seminar internet security, ada pertanyaan peserta
yang merasa terganggu dengan aplikasi michat yang isinya tidak sesuai
dengan budaya timur.

“Ini menambah info valid tentang ketidaknyamanan pemakaian aplikasi tersebut,” katanya.

Aplikasi dan perempuan michat (banjarmasinpost.co.id/nia kurniawan)

Analisa sederhana adalah terjadi perang layanan medsos yang semakin berat, masing-masing harus eksis dengan strategi masing-masing. Menurutnya, michat sepertinya membiarkan konten mereka campuraduk.

“Hingga akhirnya menemukan salah satu segmen yang sengaja dibiarkan. Yaitu konten dewasa hingga prostitusi. Mungkin karena alasan bisnis, bukannya di blok, tapi¬†konten ini malah didukung dengan dibuatkan aplikasi chat khusus untuk 18+,” beber dia.

Selain itu, saat dia menanyakan ke salahsatu praktisi IT lain, kesan pertama dari para praktisi lain langsung menuju prostitusi. Dan di komen aplikasinyapun sama, langsung Uninstall aplikasi karena alasan tersebut. Sarat konten dewasa dan riuhnya praktik prostusi.

(banjarmasinpost.co.id/niakurniawan)



Lihat Artikel Asli Disini

Pos terkait